Akhir Hosni Mubarak di Pengadilan

Akhir Hosni Mubarak di Pengadilan – Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak yang kini berusia 82 dan telah memerintah Mesir selama hampir 30 tahun akhirnya berakhir di pengadilan, begitu juga dengan kedua anaknya yaitu Alaa dan Gamal.

Dilansir dari laman BBC, pengadilan akan diadakan di Auditorium Akademi Polisi Kairo dengan penjagaan super ketat. Dilaporkan sekitar 3.000 tentara dan polisi akan berjaga di dalam dan sekitar lokasi pengadilan yang terbuka untuk umum tersebut.

Putra Mubarak, Alaa dan Gamal, Mantan Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly dan enam menteri lainnya dijadwalkan dihadirkan di pengadilan tersebut.

Rakyat Mesir menyebut pengadilan ini merupakan mahkamah bersejarah karena untuk pertama kali seorang presiden Mesir dihadapkan ke pengadilan. Pengadilan ini juga merupakan tuntutan dari pro reformasi yang menumbangkan rezim 30 tahun itu pada 11 Februari 2011.


"Perasaan saya beragam. Saya bahagia sekaligus puas. Saya merasa ini sukses terbesar revolusi (di Mesir)," kata Mostafa el-Naggar, salah seorang pentolan aktivis muda Mesir, kepada Associated Press.

Mubarak dihadapkan pada dakwaan berlapis yaitu di samping dituduh memerintahkan pembunuhan terhadap ratusan demonstran pada Januari dan Februari 2011, juga dakwaan menyalahgunakan wewenang dan korupsi. Jika terbukti bersalah, hukuman maksimal yang akan diterimanya adalah hukuman mati.

Walaupun dalam keadaan sakit, namun sepertinya pengadilan Mesir tidak mentolerirnya, terlihat dari kedatangan mantan orang nomor satu di Mesir ini ke pengadilan dengan didorong ke ruang sidang menggunakan tandu.

Mantan presiden Mesir ini ditempatkan dalam 'kandang' hitam yang terbuat dari besi. Dia mengenakan kemeja putih, dengan posisi setengah terbaring. Di luar pengadilan, kasur tempat Mubarak berbaring dikelilingi kerangkeng. Di luar kerangkeng itu juga masih ada pagar yang memisahkan dari para pengunjung sidang yang berjumlah sekitar 300 orang. Keluarga dan kerabat para terdakwa duduk tak jauh dari tempat mereka dikerangkeng