Daftar Posko Peduli Safa dan Azka Penderita GBS

Daftar Posko Peduli Safa dan Azka Penderi GBS – Gullain Barre Syndrome atau yang lebih di kenal dengan GBS merupakan penyakit langka yang menyerang imun tubuh dan membuat kelumpuhan otot,biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun.

Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria. Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, terinfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.

2 orang anak berusia 4 tahun yang bernama Muhammad Azka Arriziq dan Shafa Azakia merupakan salah satu kasus GBS yang kini menjadi perhatian masyarakat kita.

Azka lebih beruntung dari Shafa yang baru mendapat ventilator setelah 2 hari dirawat, karena langsung mendapat pertolongan beberapa saat setelah didiagnosis positif GBS. Meski demikian, kondisi keduanya sama-sama tergolek lemah bahkan sempat koma berhari-hari.

Untuk mendapat perawatan lebih lanjut keduanya sama-sama dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah mendapat rujukan dari rumah sakit yang merawat kedua balita tersebut yakni RS St Carolus Salemba dan RS Azra Bogor. Di RSCM, keduanya akan menjalani observasi kembali.


Perawatan penderita GBS terbilang sangat mahal. Satu satunya obat yang bernama Gamunex (Imuno globuline) berharga Rp 4 sampai 5 juta per botol, sedangkan perharinya pasien GBS harus mengkonsumsi obat tersebut 2 sampai 3 botol per hari.

“Kami harus menyediakan saldo Rp8-10 juta per hari untuk mempertahankan Azka tetap hidup dan itu entah sampai kapan. Sementara semua harta benda sudah kami jual,’’ kata Rina, Ibu Azka

‘’Azka putra kami masih hidup. Meski lumpuh total dan koma, saat didengarkan Ayat Al Quran dan diajak berbicara, air matanya keluar. Sesekali matanya terbuka meski menutup lagi. Dia masih hidup, jantungnya masih ada, hanya lumpuh dan paru-parunya tidak bisa berfungsi. Jika kita bernafas gratis, maka Azka hanya perlu membayar setiap kali bernafas. Allah swt masih menitipkan anak ini untuk tetap hidup, kami tidak mungkin membiarkannya mati dan menyerah begitu saja,’’ tambah Rina.

Sama seperti Rina, orangtua Shafa, Zulkarnain juga merasakan situasi yang sama. Sudah ratusan juta ia keluarkan untuk pengobatan Shafa.

‘’Sejak 17 Oktober 2010 sampai 14 Februari 2011, saya sudah habis lebih Rp300 juta. Belum lagi hutang yang sudah mencapai Rp200 juta. Pihak RS St Corolus dan Pemprov DKI sangat membantu kami, sudah memberikan bantuan Rp100 juta. Tapi Shafa belum tahu kapan sembuhnya karena bergantung dengan ventilator dan obat-obatan yang sangat mahal. Sementara bantuan pemerintah yang Rp100 juta sudah habis hanya dalam hitungan minggu,’’ kata Zulkarnain.

Shafa dan Azka kini masih mendapat perawatan insentif di RSCM. Pihak RSCM menjelaskan bahwa biaya perawatan Shafa dan Azka akan ditanggung melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas.

"Sekarang Shafa dan Azka, biayanya kami (RSCM) yang tanggung. Segala macam pengobatan dan perawatannya. Kami nanti kalkulasikan semuanya, setelah itu diklaim ke Kemenkes," kata Direktur Utama RSCM Akmal Taher

Namun bagi anda yang ingin membantu pengobatan keduanya. Berikut daftar posko pedulu Shafa dan Azka




Atau melalui

Zulkarnain Febriansyah
BCA A/C # 1062189732
HP: 0813 9910 1927

Silvia Wahyuni
Bank Mandiri A/C # 1010004880561

Email : shafa.az03@gmail.com, shafaazalia@yahoo.co.id

FB : Shafa Azalia Zulkarnain

(Sumber: http://senyumshafa.blogspot.com/)

Dan bagi anda yang ingin tahu lebih jelas tentang GBS, bisa download di Apa itu GBS