Google Beli Motorola, Android Semakin Jaya ?

Google Beli Motorola, Android Semakin Jaya ? – Keputusan Google untuk membeli Motorola dengan harga USD 12,5 tidak hanya membuat persaingan dalam perebutan paten memanas tapi juga menjadi sorotan semua pihak pasalnya diprediksi akan kian menguatkan Google di ranah mobile.

Delapan bulan lalu Motorola 'pecah' menjadi dua perusahaan, yakni Motorola Mobility dan Motorola Solutions. 'Perpecahan' perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini bukan karena hal buruk terjadi, melainkan agar lebih fokus dalam bisnis mereka.

Akuisisi Motorola Mobility yang memang fokus dalam penggarapan ponsel dan internet oleh Google, tentunya akan memberi keuntungan bagi raksasa internet tersebut mengingat portfolio paten Motorola akan memperkuat portfolio mereka.

Untuk diketahui, Google, meski OS Androidnya tengah laris dan terus berkembang, memiliki portfolio paten wireless dan telekomunikasi yang minim. Nantinya, Google akan menjalankan Motorola Mobility sebagai unit bisnis terpisah yang masih menggunakan lisensi Android. Google juga menyebutkan Android akan tetap menjadi paltform terbuka.



HTC dan Samsung Dukung Google

Dua besar pembuat ponsel Android yaitu HTC dan Samsung mendukung keputusan Google untuk membeli Motorola. Tidak hanya 2 perusahaan tersebut saja, pabrikan lain yang selama ini menggunakna Android, seperti  Sony Ericsson dan LG, juga ikut mendukung Google. Mereka melihat akuisisi tersebut sebagai indikasi Google berkomitmen penuh mendukung dan mempertahankan Android.

"Kami menerima baik berita akuisisi hari ini, yang mendemonstrasikan bahwa Google berkomitmen secara mendalam dalam mempertahankan Android, para partner dan seluruh ekosistem," kata Peter Chou, CEO HTC.

JK Shin, CEO Samsung Mobile juga menyatakan hal yang sama persis dengan Peter Chou. Demikian juga dengan Jong Seok Park, Presiden LG Electronics dan Bert Nordberg, CEO Sony Ericsson.

Nokia dan RIM Akan Untung ?

Memang ada kekhawatiran Motorola nantinya akan menjadi anak emas Google dalam soal perkembangan Android dan membuat para vendor lain diabaikan. Jika ini terjadi bukan tidak mungkin mereka akan mulai mencari-cari alternatif di luar Android.

Kondisi yang tidak pasti ini justru menguntungkan produsen seperti Nokia dan RIM yang relatif sudah stabil dengan platform dan lini produk masing-masing.

Sedangkan bagi Apple, yang berjaya dengan iPhone dan iPad-nya, akuisisi ini belum akan berdampak besar. Justru kemungkinan Apple akan makin mantap menanggalkan produk Google -- seperti Maps atau Search -- dari gadget mereka.

Microsoft pun demikian, belum jelas apakah akuisisi Google atas Motorola akan membangkitkan minat para produsen ponsel pada sistem operasi Windows Phone 7 yang dibesut raksasa piranti lunak tersebut.