Samsung Galaxy Tab 10.1 Ditarik Dari Pasaran

Samsung Galaxy Tab 10.1 Ditarik Dari Pasaran – Tablet buatan Samsung, Samsung Galaxy Tab 10.1, di larang beredar di pasar Eopa setelah keputusan pengadilan di Jerman mendukung pihak Apple.

Samsung dianggap telah melanggar hak cipta dan menjiplak teknologi milik Apple Inc. yang juga mengeluarkan produk komputer tablet terbaru, iPad 2.

Akibat keputusan pengadilan tersebut, tablet Samsung yang diluncurkan di Inggris minggu lalu terpaksa ditarik dari pasar Eropa kecuali Belanda dan Samsung juga harus menghentikan penjualan. 




Galaxy Tab 10,1 adalah tablet terbaru dari produsen komputer yang berbasis di Korea itu. Sebelumnya, tablet Galaxy Tab versi pertama memiliki layar 7-inci tapi model terbaru mengadopsi ukuran layar yang sama dengan iPad dan sedikit lebih tipis dari iPad 2. Galaxy Tab 10,1 juga merupakan tablet dengan penjualan tercepat sejak iPad 2 diluncurkan di Inggris.

Seorang juru bicara Apple mengatakan kemiripan produk Samsung dengan perangkat keras dan tampilan antar muka iPhone dan iPad bukanlah suatu kebetulan. Samsung telah mencontek kemasan dan ide-ide kami secara terang-terangan dan kami perlu melindungi hak kekayaan intelektual."

Korsel Denda Apple

Sebelumnya Korea Selatan menjatuhkan denda kepada Apple sebesar 3 juta won atau US$2,855, akibat mengumpulkan data lokasi pengguna iPhone tanpa izin. Ini merupakan denda pertama yang dijatuhkan sebuah negara kepada perusahaan Amerika Serikat dengan tuduhan pelanggaran privasi.

Peneliti keamanan menemukan sebuah file di iPhone yang menggunakan sistem operasi iOS4, yang dapat merekam lokasi dengan timestamp (penanda jejak digital) hingga jangka waktu setahun. Penanda jejak ini tetap berfungsi walaupun iPhone dalam keadaan dimatikan atau offline.

Dengan file ini, siapapun yang bisa membuka sistem sebuah iPhone dapat melacak jejak lokasi dari smartphone itu. Padahal, di Inggris misalnya, itu baru bisa dilakukan oleh kepolisian atas perintah pengadilan.

Apple Semakin Kaya

Walaupun sempat kena denda oleh Korsel, hal tersebut tidak membuat Apple sebagai perusahaan produk elektronik dan komputer terkemuka kehilangan uang kasnya. Malah dengan menangnya gugatan mereka terhadap Samsung di perngadilan membuat Apple memiliki power yang kuat untuk menumpuk lebih banyak pundi uangnya.

Sekarang saja tercatat uang yang di miliki Apple lebih besar dari uang kas pemerintah AS. Apple memiliki US$76,4 miliar sebaliknya, menurut Kementerian Keuangan AS, Washington hanya memiliki kas sebanyak US$73.7 miliar.

Melimpahnya kekayaan Apple ini berkat lonjakan hasil penjualan saham dan, terutama, penjualan dua produk yang laris manis dalam beberapa tahun terakhir, yaitu telepon pintar iPhone dan komputer tablet iPad.

Muncul spekulasi bahwa Apple bersiap mengakuisisi sejumlah perusahaan untuk memperlebar bisnis mereka atau bisa juga memperkuat sistem hak paten teknologi. Menurut Ashdown, jaringan toko buku Barnes and Noble dan laman penyedia film Netflix diisukan jadi target untuk diakuisisi Apple.

Perusahaan itu bisa juga mendanai firma-firma yang lebih kecil untuk membuat sistem pendukung produk tercanggih mereka, semisal sistem identifikasi suara. Apple pun baru-baru ini berkongsi dengan raksasa piranti lunak komputer, Microsot Inc., untuk membeli banyak hak paten dari perusahaan teknologi asal Kanada, Nortel.

Dengan investasi US$4,5 miliar, kedua raksasa itu kini mengamankan lebih dari 6.000 hak paten.

Situasi berbeda justru dialami pemerintah AS, negara yang menjadi basis dan pangsa pasar utama Apple. AS masih susah payah keluar dari resesi dalam beberapa tahun terakhir.