Cerita Dibalik Jebolnya Tanggul Kalimalang

Cerita Dibalik Jebolnya Tanggul Kalimalang – Jebolnya tanggul kalimalang pada 31 Agusuts kemarin memang cukup mengejutkan semua warga terlebih waktunya bertepatan dengan hari raya dimana warga biasanya lebih banyak menggunakan air.

Seperti biasa, di Indonesia tidak ada kejadian yang tidak ada cerita, begitu juga dengan peristiwa jebolnya tanggul kalimalang.

Boleh percaya boleh tidak, tanggul di jalan Kalimalang itu dianggap memilik kisah  misteri dari warga sekitar. Menurut penuturan salah satu warga sekitar, kisah penampakan buaya putih dan siluman lembu, sudah menjadi bahan pembicaraan sejak turun temurun.

“Biasanya penampakan buaya putih tersebut  bisa berubah menjadi kain yang terbang dan bahkan bisa berubah bentuk menjadi dua ikan yang berenang berdampingan,” timpal Ibu Inah yang anaknya  pernah menjadi korban di tanggul tersebut.

Anak ibu Inah yag bernama Sumiyati (12) tewas di dekat tanggul tersebut. Selain Sumiyati, teman anaknya Eli  juga ikut meninggal terseret ganasnya air di Kalimalang pada peristiwa nahas tahun 2005 tersebut

Ternyata selain anak ibu Inah dan temannya, terdapat juga sederetan korban yang pernah di temukan di tanggul tersebut. Sebelum bulan  puasa, sesosok mayat debt collector juga ditemukan warga didekat pintu air tersebut.

Dari sejumlah informasi, setahun ini didekat tanggul tersebut sering ditemukan mayat, baik yang meninggal karena dibunuh ataupun mayat yang dibuang. Pada Maret  2010 silam,  dua potong tubuh korban mutilasi pun ditemukan di pintu air Kalimalang.



Itu cerita mistis di balik jebolnya tanggul kalimalang, lalu bagaimana dengan cerita ilmiahnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Amron mengatakan kalau sebenarnya tanggul di kalimalang bisa bertahan sampai 100 tahun, namun karena beberapa faktor, tanggul tersebut hanya mampu bertahan 40 tahun saja.

Menurut Amron faktor tersebut antara lain pembuatan 54 jembatan penyeberangan yang tanpa izin, lalu tiang pancang tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang telah mangkrak selama puluhan tahun. Tiang pancang tersebut turut andil dalam merusak dinding tanggul.