PSSI: RD Ok, AR No

PSSI: RD Ok, AR No – Sejak Indonesia mengalami kekalahan pada pertandingan melawan Bahrain kemarin (Baca: Kekalahan Yang Memalukan Ditunjukkan Indonesia), kondisi Timnas Indonesia sedikit terganggu. Terlebih setelah komentar pelatih Wim yang keras mengenai performa timnas Indonesia.

Wim mengatakan pemain Indonesia tidak memiliki skill yang memadai untuk bersaing secara kompetitif di level Asia. Masih panjang jalan Indonesia untuk mengejar mimpi Piala Dunia.

Walaupun komentar Wim terbilang keras, Tapi, konon yang membuat para pemain sakit hati adalah komentar Wim bahwa mereka bukanlah timnya, sehingga akan mencari pemain baru. Sebagian besar pemain memang merupakan warisan dari pelatih lama Alfred Riedl.

Kini untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu yang dijajaki PSSI adalah memperbantukan RD alias Rahmad Darmawan di timnas senior. Seperti kita tahu, RD pernah di tunjuk sebagai asisten Wim Rijsbergen. Kala itu, pemain timnas Indonesia berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan sentuhan bola dari kaki ke kakinya.

Namun kerjasama keduanya tak bertahan lama. Rahmad kemudian ditunjuk untuk menukangi timnas U-23.



Menyusul hasil buruk yang didapat timnas di dua laga kontra Iran dan Bahrain, PSSI terus berusaha meningkatkan performa timnas. Dan salah satu opsi yang terbuka untuk dijajaki adalah memperbantukan RD di timnas senior.

"Semua pelatih bisa membantu, karena dalam kontraknya tidak dkhususkan untuk tim senior, U-23, U-16. Mereka bisa diperdayakan," sahut ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

Meski begitu Djohar menegaskan kalau penugasan tersebut nantinya jangan sampai justru mengganggu program-program timnas U-23. Apalagi mereka ditargetkan meraih emas di SEA Games yang akan digelar pada akhir tahun ini.

Lalu bagaimana dengan AR alias Alfred Riedl ?

Sosok pelatih yang kini semakin dirindukan oleh penggila bola Indonesia tampaknya sulit menjadi pelatim timnas Indonesia lagi.



“Wim diganti Alfred Saya kira tidak. Karena soal kepelatihan itu sensitif sekali. Karena berpengaruh soal sensitifitas pemain dan pelatih,” ujar anggota komite eksekutif PSSI, Bob Hippy.

Pergantian pelatih, menurutnya tidak hanya dilihat dari sisi pelatih saja. Tetapi juga dari sisi profesionalitas pemain.”Karena kalau dilihat di lapangan banyak pemain, yang tidak bisa mengontrol bola dengan baik, kalau begitu bagaimana sisi profesionalitasnya,” imbuh Hippy yang menjabat sebagai koordinator timnas.

“Mourinho bahkan berani memberikan argumen pada para pemainnya. Dan itu hal yang normal. Itulah sisi tanggung jawab profesional,” ujar Hipy mencoba mencontohkan.

Hippy juga menambahkan kalau dia tidak terlalu mempermasalahkan soal sakit hati pemain. Menurutnya, kedua pihak baik itu pelatih dan pemain adalah orang orang professional, jadi mereka akan menunjukkan proporsionalitas mereka masing masing.