2 Modus Pencurian Pulsa Yang Sering Terjadi

2 Modus Pencurian Pulsa Yang Sering Terjadi – Masalah pencurian pulsa kembali marak belakangan ini. Sebenarnya masalah ini merupakan masalah yang cukup lama terjadi dan sering di keluhkan masyarakat. Namun sampai saat ini masalalah pencurian pulsa masih saja terjadi. Mengapa demikian ?

Menurut Menurut Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala ada 2 alasan mengapa kasus ini tidak pernah selesai.

Pertama, terkait persaingan usaha yang sudah semakin ketat. Seperti diberitakan sebelumnya, belakangan masyarakat memiliki persepsi negatif terhadap konten berbayar lantaran aksi CP nakal.

Sehingga pemasukan yang didapat dari pelanggan pun menjadi semakin kecil. Di sisi lain, mereka harus tetap jualan konten agar tetap hidup.

"Nah, persaingan inilah yang kerap membuat mereka melanggar etika bisnis," tukas Kamilov.

Kedua, aturan yang ditegakkan Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kini semakin melempem kala menghadapi penyedia konten nakal. Padahal mereka sudah jelas-jelas menyedot pulsa pelanggan.

Sikap tegas regulator sejatinya diharapkan dapat dikonkretkan lewat hukuman, jangan terus mengeluarkan peringatan.



Berikut 2 Modus Pencurian Pulsa Yang Sering Terjadi

1.      Premium Call
  • SMS dikirim dari 4 nomor 4 dikit (93xx, 92xx dll)
  • Isi SMS seputar zodiak, ramalan, hadiah dsb
  • Pengguna akan dikenakan tariff premium Rp 2000 jika membalasnya.

2.      Registrasi Otomatis
·       SMS dikirim berbagai macam nomor
·       Isi SMS seputar penawaran member langganan konten informasi (olahraga, selebrti, dsb)
·       Pengguna akan otomatis menjadi member jika membalasnya
·       Pengguna bisa keluar sebagai member
·       Modus ini melibatkan operator telepon

Jika anda masih menerima SMS semacam itu, anda bisa membaca Cara UNREG Berbagai Nomor SMS Content untuk berhenti dari layanan tersebut.

Dan yang terpenting adalah jangan membalas SMS yang tidak jelas asalnya atau sembarang memasukkan nomor HP di internet.