Pilih Apple iOs atau Google Android

Pilih Apple iOs atau Google Android – Di dunia smartphone kita mengenal dua vendor besar yang kini saling bersaing yaitu Apple dengan iOs nya dan Google dengan Android nya.

Kedua nama tersebut merupakan rival dalam bidang smartphone dimana tentunya keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yuk kita bandingkan




1.      Baterai
Ø     Pada ponsel Android baterai yang digunakan dapat dengan mudah dilepas dan diganti. Baterai untuk Android pun dapat dengan mudah Anda beli di toko yang menjualnya. Untuk masalah pengisian baterai, Android menggunakan micro kabel USB yang tersedia banyak di toko-toko komputer.

Ø  Untuk  I-Phone, Anda tidak dapat mengganti baterai, bahkan melihatnya pun sulit, sehingga bila sewaktu-waktu terjadi masalah pada baterai yang harus Anda lakukan adalah telepon Steve Jobs dan berdoa semoga ia dapat memperbaiki dan mengembalikannya. Masalah pengisiannya pun sama Anda harus menggunakan produk dari Apple yang asli yang belum tentu tersedia dimana saja.Pemenangnya adalah : Android.

2.      Jumlah aplikasi yang tersedia
Ø     Sampai saat ini jumlah yang aplikasi yang tersedia untuk Android berkisar 70.000 aplikasi dan terus bertambah.

Ø  Untuk pengguna I-Phone sampai saat ini aplikasi yang tersedia mencapai 230.000 dan terus bertambah.Pemenangnya: I-Phone

3.      Internal dan Eksternal Memory
Ø Untuk Android sendiri memori internal yang dimiliki tidak terlalu besar sehingga pihak Google menambahkan tambahan slot eksternal SD card. Hanya saja sering terjadi kasus dimana data pada eksternal memory loss(hilang) atau data corupt.
Ø     Pada I-Phone hanya terdapat internal memory, pihak Apple tidak menyediakan slot tambahan untuk memory. Kekurangan ini ditutupi Apple dengan memberikan kapasitas memori internal yang besar untuk I-Phone.Pemenangnya : I-Phone

4.      Desain Hardware/Tombol/Apps dan Editing Teks
Ø     Hal yang sangat disayangkan pada Android adalah tidak adanya suatu aturan yang pasti dari segi desain. Ini jelas terlihat pada aplikasi satu dengan yang lain dimana penggunaan tombol tidaklah sama. Permasalahan juga terjadi pada editing teks dimana setiap aplikasi memiliki spesifikasi mereka masing-masing. Dan juga seringnya desain yang dibuat terkesan “biasa” saja.

Ø   Untuk urusan desain Apple lebih baik,desain yang diperlihatkan amat kaya warna dan penggunaan tombol dan editing teks untuk semua aplikasi sama, sehingga amat memudahkan user.Pemenangnya : I-Phone

5.      Jailbreak, File Transfer, dan Kamus
Jailbreak secara umum berarti membuat iPhone untuk bebas di modifikasi, dan menghilangkan berbagai macam keterbatasan-keterbatasan yang ada pada iPhone

Ø     Pada Android terdapat fitur jailbreak ,sehingga Android dapat dibawa kemana saja bahkan ke luar negeri tanpa harus mengganti SP,sedangkan untuk file transfer di Android Anda tinggal plug & play seperti layaknya memiliki external harddisk. Fitur Kamus mengunakan pengenalan suara dan pengaturan user sehingga lebih flexsible dan mudah digunakan.

Ø     Sebaiknya jangan anda terapkan Jailbreak pada I-Phone karena dapat berakibat garansi anda hilang dan membuat I-Phone yang ada miliki mati total. Untuk file transfer memerlukan setingan tersendiri dari I-Phone ke Laptop, aplikasi kamus pada I-Phone ini juga kurang begitu baik karena menggunakan AI sehingga bila anda memiliki kebiasaan buruk dalam pengejaan maka secara otomatis AI tsb akan menghapus data yang benar dan menggantinya dengan data yang salah.Pemenangnya: Android
           
6.      OS Upgrade
Ø     Pada Android OS yang dimiliki tidak dapat diupgrade

Ø     Berbahagialah bagi yang memiliki I-Phone karena OS yang digunakan dapat diupgrade hingga Apple merilis sendiri OS yang lebih canggih.Pemenangnya: I-Phone.

7.      Software Keyboard
Bila anda menanyakan tentang, keyboard mana yang lebih nyaman dipakai antara Android dan iPhone kepada pengguna yang sudah sering menggunakan ke dua macam platform ini, atau bahkan yang memiliki dua-duanya, mereka kemungkinan besar akan mengatakan; ” iPhone lebih enak”. Tapi sebagai hiburan, pengguna Android tidak akan pernah kehabisan opsi untuk mendapatkan custom keyboard pada device mereka. Tapi 'out of the box' iPhone menang.

8.      ‘Search’ pencarian luas system
Apple menggunakan ciri khas mereka pada 'Spotlight' yang bisa masuk ke dalam system contacts, media, email, applications, notes, dan calendar. Android pun melakukan hal demikian, kecuali email. Sebagai pengganti, Android membenamkan fitur 'auto-suggest' web searches.

9.      Notification System
iPhone's notification system mungkin menjadi salah satu yang terburuk di antara smartphone-smartphone lainnya. Android memiliki fitur yang brilliant yang dapat membuat pengguna iPhone merasa, handset mereka tampak sangat kuno.

10.  Syncronise
iPhone mungkin termasuk jajaran 'standalone' device. Tetapi ketergantungannya pada saat syncronise dengan aplikasi bernama iTunes, membuat pengguna Android tertawa lebar. Android memiliki fitur hebat ketika syncronise secara over-the-air dengan Google Account anda.

Pun demikian, ketika anda bergantung pada aplikasi semacam Outlook, Address Book atau iTunes, iPhone adalah pilihan yang mudah

11.  Kemampuan Tethering
Android melebihi kemampuan tethering daripada iPhone, dengan fitur menjadi 'hotspot' yang bisa memberikan jalur akses Internet sharing kepada teman-teman di dekat anda. iPhone bukannya tidak mungkin, hanya mengandalkan USB atau Bluetooth tethering 'out of the box', Jailbreak adalah salah satu jalan membuka opsi menjadi hotspot atau tunggu generasi iOS 4.3.

12.  Ketersediaan Aplikasi
Kebanyakan orang mungkin kurang setuju dengan kenyataanya bahwa, meskipun aplikasi di App store lebih banyak empat kali dari yang terdapat pada Android Market, tidak sedikit aplikasi-aplikasi tersebut termasuk kategori 'sampah' atau tidak berguna. Sementara untuk aplikasi-aplikasi yang popular, sudah dikembangkan dan tersedia untuk kedua belah pihak, iOS dan Android. Meskipun hingga saat ini, aplikasi-aplikasi yang lebih spesifik dan banyak digunakan pengguna semacam foto editing, App store masih lebih unggul. Kembali kepada anda, apakah anda menggunakannya?

13.  Gaming
Jumlah aplikasi game pada Android Market terus bertambah, tetapi pengalaman iOS masih belum bisa disamai. 'User Experience' pun masih memberikan keunggulan pada iO.

14.  Music Player
Solid music aplikasi pada iPhone. Nasib Android masih sama seperti Games. Default Music apps belum mampu memberikan kepuasan kepada penggunanya. Alternaive Music aplikasi adalah jalan keluar yang bijaksana.

15.  Customizable, themes
Kemungkinan terbesar yang dapat anda lakukan pada iOS adalah merubah 'wallpaper', lebih dari itu, sangat tidak mungkin bagi pengguna iOS untuk menyesuaikan tampilan iPhone mengikuti kemauan penggunanya. Android menang secara mutlak pada area ini dengan UI bawaan pada HTC, SonyEricsson, Motorola dan Samsung dan itupun masih sangat luas kemungkinannya untuk mengcustomize sesuai keinginan pengguna, 'not to mention' widgets rich

16.  Kemudahan dalam Penggunaan
Android sudah melewati masa-masa sulit selama pembentukan OS Android dalam waktu yang relatif singkat. Tetapi dari segi kemudahan penggunaan, iOS masih lebih unggul. Pengguna baru tidak dipusingkan dengan banyaknya tombol operasional, cukup 1 home 'button' dan sisanya dilakukan dengan menyentuh layar iPhone. Sementara pada Android devices, terdapat sedikitnya 4 button dengan fungsi-fungsi yang bervariasi. Pada saat kita masuk ke menu utama, kita akan disajikan beberapa screen dengan berbagai cara yang berbeda dalam menggunakannya.

17. Keterbukaan Platform
Meskipun OS Android menganut system 'open source', ada beberapa hal lagi yang lebih penting, misalnya, kita bebas untuk memilih dan menginstall aplikasi-aplikasi yang tersedia, bagik itu lewat Android Market, atau dari sumber diluarnya. Berbanding terbalik dengan iOS, yang lebih ketat dalam mengijinkan aplikas-aplikasi yang hendak diinstall dan sensor yang rapat.

Android Lebih Disukai Pembeli ponsel baru

Nielsen baru baru ini merilis laoran riset mobile terbaru mereka. Laporan tersebut meneliti perkembangan pasar ponsel 3 bulan terakhir. Hasilnya, para pembeli ponsel baru lebih memilih ponsel berbasis Android. Jumlahnya dua kali lebih banyak dari iPhone.

Para pembeli ponsel baru selama tiga bulan terakhir dapat dibagi menjadi empat klasifikasi tertentu. Sekitar 56 persen membeli perangkat berbasis android, 28 persen membeli iPhone, 9 persen membeli BlackBerry dan sisanya 6 persen masuk dalam katagori ‘lainnya’, kebanyakan pembeli dalam katagori ini membeli ponsel pintar berbasis Windows Phone.

Namun tentu bisa dipastikan hasil survei seperti ini tidak akan sama di bulan depan. Sebab Apple akan segera meluncurkan iPhone 5 pada 4 Oktober 2011 mendatang. Diperkirakan penjualan iPhone akan meningkat.

Berikut 10 Alasan Pilih iPhon 5 Ketimbang Android

1.      Malware
Bukan rahasia kalau Android Market adalah gudang malware. Google sendiri telah melakukan pembersihan dan masih saja menemukan malware yang bersembunyi dalam aplikasi. Sayangnya, user tidak akan tahu aplikasi yang ia beli adalah sebuah malware sampai terdownload dan terinstall kemudian mencuri data-data pribadi dalam ponsel.

2.      Security issues
Masalah security telah lama menjadi pekerjaan rumah Google. Meski setiap kali ditemukan security issue Google dengan cepat memberikan patch namun tetap saja akan muncul masalah security lainnya. Perlu diingat ponsel adalah gadget terpenting yang mengetahui segala data dan kegiatan Anda. Bagaimana mungkin Anda bisa mempercayakan keamanan pada sembarang sistem?

3.      Versi yang membingungkan
Bagi Anda yang belum pernah menggunakan Android pasti tidak bingung dengan adanya bermacam Android. Apakah yang terbaru adalah Froyo, Gingerbread atau Honeycomb? Apakah ponsel yang Anda pakai harus Ice Cream Sandwich, Cupcake atau Donut? Apakah ponsel Anda memungkinkan untuk menjalankan versi Android lama?

Well, Gingerbread adalah Android 2.3 tapi Honeycomb adalah 3.0, 3.1 dan 3.2. Tapi jika Anda ingin membeli smartphone Android terbaru Anda disarankan untuk mencari ponsel dengan Android 2.3 walaupun Android 3.2 adalah yang tebaru untuk saat ini, tapi hanya untuk tablet. Membingungkan?

Jika ponsel Anda adalah Android Froyo dan Anda ingin upgrade ke Gingerbread, bisakah? Sayangnya tidak semua ponsel Android support upgrade. Anda harus menunggu update resmi dari produsen atau, lakukan hacking. Semakin membingungkan….

4.      Beda ponsel beda user experience
Saat Anda memegang iPhone, apakah itu iPhone 3GS atau iPhone 4, Anda akan merasakan itu adalah sebuah iPhone. Tapi tidak jika dengan smartphone Android.

Ponsel Android diciptakan oleh bermacam produsen, beragam homescreen, UI dan fitur yang berbeda. Jika Anda membeli dua ponsel Android, meletakkan keduanya secara berdampingan, jika saja Anda tidak tahu itu adalah ponsel Android maka Anda tidak akan mengira itu adalah dua ponsel berbeda.

Jika Anda berniat beganti dari Android lama ke ponsel Android baru, mau tidak mau Anda harus mempelajari semua hal baru; UI, fitur dan cara mengoperasikan yang juga berbeda. Meski ponsel dengan produsen sama, Anda tetap perlu waktu untuk membiasakan diri layaknya menggunakan ponsel dengan OS berbeda.

5.      Ada kemungkinan upgrade TIDAK BISA dilakukan tanpa jailbreaking/rooting/modding dan sejenisnya.
Sejarah upgrade di ponsel Android tidak begitu bagus. Sebagian besar produsen mendesain sendiri ponsel mereka dan tinggal memakai versi Android yang ada. Jika suatu saat Google rilis Android versi baru, ponsel yang Anda pakai kemungkinan tidak kompatibel dengan Android terbaru itu.

Dan Android terbaru yang akan rilis di akhir 2011 ini disebut sebagai Android Ice Cream Sandwich. Jika Anda beli ponsel Android sekarang, kemungkinan bisa upgrade ke Ice Cream Sandwich sangat kecil. Kecuali, jika Anda mau melakukan jailbreak atau rooting.

6.      Aplikasi tidak kompatibel
Sulitanya sebuah aplikasi bisa komptibel adalah masalah besar untuk ponsel maupun tablet. Aplikasi yang dibuat untuk sebuah ponsel Android seringkali tidak bisa dijalankan di ponsel Android lainnya. Dan hal itu baru bisa diketahui setelah Anda download dan install aplikasi, artinya Anda harus mengeluarkan uang untuk membeli aplikasi baru kemudian Anda tahu aplikasi itu tidak kompatibel dengan ponsel Anda.

7.      Terlalu Banyak Tweaking
iPhone memang membutuhkan tweaks dan utility tambahan, namun Android justru lebih banyak membutuhkan tweak. Jika tidak, ponsel Android Anda hanya akan berfungsi sebagai dumbphone. Tentu saja bekerja dengan tweaks akan menyita waktu; Anda harus mengeset semua hal, menambahkan program juga membuang program yang mengganggu. Bagi pemula, hal seperti itu hanya akan semakin membingungkan saja.

8.      Kompabilitas tablet sangat buruk
Sekali lagi masalah kompabilitas adalah hal yang paling menonjol di Android. Bukan saja software atau versi Android, aplikasi namun juga kompabilitas antara ponsel dan tablet Android.

Sebagai contoh, sebagian besar aplikasi untuk iPhone tidak ada masalah jika dijalankan di iPad. Meski buka iPad-optimized apps, tapi setidaknya semua aplikasi itu bisa dijalankan di iPad. Bagaiman dengan Android apps?

Tida sama sekali. Bahkan SDK untuk ponsel dan tablet Android berbeda. Developer harus coding 2.x software untuk ponsel Android dan 3.x software untuk tablet.

9.      Dukungan OEM sangat kecil
Harus diakui produsen hardware Android hanya memikirkan penjualan. Jika Anda menemukan masalah pada ponsel Android Anda, mereka akan mengelak. Salah satu contoh adalah ketikan Motorola Xoom rilis. Motorola hanya mengejar target sebagai tablet pertama yang menggunakan Android Honeycomb. Apa yang terjadi? Xoom dinilai banyak cacat dan disebut sebagai tablet gagal. Honeycomb yang belum siap rilis dipaksa dipakai pada Xoom. Akibatnya? Konsumen kecewa dan penjualan Xoom sangat buruk.

10.  Google
Google dipenuhi dengan orang-orang hebat. Mereka yang mengembangkan Android, layak dihormati. Namun jika Anda berurusan dengan Google sebagai sebuah perusahaan, seringkali Anda tidak bisa menghubungi untuk sekedar bertanya. Demikian juga yang terjadi pada layanan Google.