Daftar Proyek Telkomsel Diduga Sarat Korupsi dan Kolusi

Daftar Proyek Telkomsel Diduga Sarat Korupsi dan Kolusi – Setelah karyawannya melakukan mogok kerja, Telkomsel kini kembali menghadapi masalah lain. Masalah tersebut datang dari sebuah blog yang mengatasnamakan salah satu pejabat di Telkomesel. Blog tersebut menuding manajemen telah melakukan korupsi dan kolusi.

Sebuah postingan yang berjudul 'Inilah Permasalahan Utama Telkomsel, MANAGEMENT KORUP'. di sebuah blog lain juga membuat masalah di Telkomsel semakin runyam.

Suara frontal ditegaskan dalam blog tersebut yang menyebut-nyebut beberapa proyek yang sarat ketidakberesaan, sehingga sempat berujung pada perseteruan diantara direktur Telkomsel dan direktur Telkom. Bahkan beberapa proyek didapati telah menghambur-hamburkan uang tanpa hasil yang jelas.

"Kedisharmonisan ini disebabkan adannya kesalahan dalam mengatur manajemen PT Telkomsel, dan Manajemen Telkomsel saat ini jauh dari harapan, dan Manajemen Telkomsel saat ini lebih condong ke Manajemen Korup," tulis blog itu, yang okezone kutip, Selasa (15/11/2011).

"Menurunnya Ebitda Margin (laba bersih sebelum pajak) Telkomsel, disebabkan oleh adanya project project yang tidak jelas, yang dilakukan oleh Dirut PT Telkomsel," tambahnya.


Berikut Daftar Proyek Telkomsel Diduga Sarat Korupsi dan Kolusi

1.      Project Amdocs
 Sejak awal masuk ke Telkomsel Project Amdocs ini sangat fenomenal, dengan asumsi, bahwa billing existing Telkomsel yang menggunakan Convergys, menyebabkan telkomsel sulit untuk penetrasi pasar lebih dalam, karena kemampuan Convergys ini sangat terbatas, dan membuat Telkomsel sulit untuk membuat product inovasi baru.

Atas dasar itu, project tanpa tender ini langsung di assign oleh Dirut PT Telkomsel, dengan menunjuk langsung AMDOCS, sebagai product dan implementasi dari Billing baru Telkomsel.

Project mercusuar ini, telah menyerap cost sebesar Rp2 triliun, sungguh angka fantastis, dan Telkomsel sudah membuang investasi billing selama ini, yang telah membuat telkomsel mampu meraih prestasi tertinggi di dunia selular.

Angka 2 Triliun itu yang menyebabkan Telkomsel harus mengecilkan ebitda margin.

2.      Project CRM
Project mercusuar berikutnya adalah Customer Relationship Managemen (CRM), dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun.  Di sinilah awal dari perseturuan antara Komisaris Utama, Rinaldi (Dirketur Telkom) dengan Sarwoto (Dirut Telkomsel).

Rinaldi, sebagai Komut melihat perlu adanya sinkronisasi CRM dengan perusahaan induk dalam hal ini PT Telkom, untuk  menggunakan product yang sama , yaitu SAP.  Tapi Pak Sarwoto menolak intervensi PT Telkom dalam hal ini Komisaris Utama.  Sehingga terjadi ancam mengancam satu sama lain.

Ada isu yang berkembang, proyek ini juga turut diincar oleh Amdocs, yang sebelumnya sukses memenangkan proyek biling exiting.

3.      Project Swap BTS
Murahnya product China di awal investasi ternyata tidaklah benar, Total cost nya ternyata sama dengan product Eropa yang jelas jelas lebih mature dan memiliki realiability jauh lebih baik.

Perangkat Telkomsel yang selama ini dipakai, diganti begitu saja oleh product cina atas perintah Dirut Telkomsel.  Investasi Triliunan ini membuat Telkomsel harus menurunkan EBITDA MARGINnya.

Kabarnya, Product BTS ini merupakan usulan dari 2 Direktur Singtel ygn bernama Leon Sing Lung, dan Kwongke, dua orang ini sangat berkuasa di Telkomsel dan melebihi sebagai owner di Telkomsel, yaitu negara.