Pra Piala Dunia 2014: Indonesia Konsistem Dalam Kekalahan

Pra Piala Dunia 2014: Indonesia Konsistem Dalam Kekalahan – Harapan Indonesia untuk bisa lolos ke babak selanjutnya pupus sudah, setelah pada pertandingan semalam melawan Qatar kalah dengan skor telak 4 – 0. Kekalahan ini merupakan kekalahan yang ke empat sekalgus menujukkan konsistensi timnas Indonesia untuk tidak menang.

Menghadapi Qatar, Pelatih Wim Rijsbergen membuat kejutan. Kiper utama Ferry Rotinsulu diparkir di bangku cadangan dan posisinya diambil alih oleh kiper kawakan, Hendro Kartiko. Selain Ferry, Cristian Gonzales juga diistirahatkan oleh Wim. Timnas Indonesia mengandalkan duet Boas Sollosa dan Bambang Pamungkas di lini depannya.

Babak 1

Qatar sudah membahayakan gawang Indonesia pada menit tujuh. Ibrahim Khalfan melepaskan tendangan tepat ke arah gawang Indonesia. Namun, Hendro Kartiko masih berhasil menjinakkan bola.

Dua menit kemudian, Khalfan dijatuhkan di tepi kotak penalti, berbuah tendangan bebas untuk Qatar. Dari tendangan bebas, bola diarahkan ke Khalfan yang berada di muka gawang Indonesia. Kali ini bola hasil sepakannya melebar dari sasaran.

Gawang Indonesia kembali ditekan Qatar pada menit 22. Dari sepak pojok, bola dilayangkan ke muka gawang dengan Bilal Rajab berhasil menyambut dengan tandukan. Tetapi bola hanya menghantam sisi luar gawang Indonesia.

Peluang untuk Indonesia akhirnya hadir pada menit 27. Dari jarak jauh, Firman Utina melepaskan tembakan meski bola masih melayang tipis di atas gawang Qatar.

Menit ke 29 seluruh pendukung Qatar bersorak gembira. Pasalnya kesalahan umpan Boas Salossa berhasil dimanfaatkan Mohamed Razaq untuk melepas tendangan voli dari dalam kotak penalti yang meluncur muluske sudut kanan gawang Indonesia. 1-0 Qatar unggul atas Indonesia.

Pada menit 31, wasit menunjuk titik putih usai Hamka Hamzah dinilai melanggar Hussain Ali di kotak penalti. Khalfan maju jadi algojo dan membuat skor jadi 2-0 untuk Qatar.


Babak ke-2

Pada menit ke-41, giliran Boas Solossa yang punya peluang. Namun, gol tak jua tercipta karena bola sepakan Boas hanya mengarah ke tiang gawang. Hingga akhir babak pertama, kedua tim gagal mencetak gol meski mendapat beberapa peluang.

Qatar tetap pegang kendali di babak kedua. Namun, Indonesia sempat mencuri peluang pada menit ke-62. Berawal dari umpan Ridwan, Boas yang berdiri bebas sebenarnya mampu melesakkan bola dengan kaki kanannya. Sayang, akurasi tendangan Boas masih menjadi penghalang Indonesia mencetak gol pertamanya dalam laga ini.

Justru Qatar yang mampu mencetak gol. Sepakan keras kaki kanan Khalfan Ibrahim kembali membuat Hendro Kartiko memunggut bola dari gawangnya pada menit ke-64.

Unggul tiga gol, Qatar menurunkan tempo permainan. Permainan dari kaki ke kaki dilakukan demi membuang-buang waktu. Indonesia yang sebenarnya bisa memanfaatkan keadaan ini tetap gagal mencari celah untuk menjebol gawang lawan. Bahkan, mereka kerap kehilangan bola akibat kesalahan sendiri.

Wim sebenarnya sadar penampilan timnya jauh dari memuaskan. Namun, upaya pergantian strategi yang ia lakukan tetap tak membuahkan hasil. Masuknya Cristian Gonzales, Muhammad Ilham, dan Mahyadi Pangabean pada babak kedua tak memberikan dampak positif bagi skuad "Merah Putih".

Ketika pertandingan hampir berakhir, Qatar malah menambah pundi-pundi golnya. Kali ini pemain pengganti Sebastian Soria yang menjebol gawang Hendro Kartiko. Pertandingan pun ditutup dengan skor 4-0 untuk Qatar.

Susunan pemain
Qatar: Qasem Burhan, Hamid Ismail, Meshai Mubarak, Marcone Amaral, Bilal Mohammed, Khalfan Ibrahim (Kasola Mohammed 64), Younes Ali Rahmati, Muhammed Razak (Sebastian Andres Quintana Soria 46), Hussain Ali Shihab, Mohammed Omar, Abdulaziz Al-Sulati.

Indonesia: Hendro Kartiko, Muhammad Ridwan, Muhamad Roby, Purwoko Pratomo, Zulkifli Sukur, Hamka Hamzah, Supardi (Mahyadi Pangabean 46), Firman Utina (Muhammad Ilham 72), Toni Sucipto (Christian Gonzales 62), Bambang Pamungkas, Boas Solossa.