Alasan Untuk Tidak Menggunakan Susu Formula

Alasan Untuk Tidak Menggunakan Susu Formula – Saat ini tidak sedikit kaum ibu yang mulai mengurangi bahkan meninggalkan ASI dan menggantikannya dengan susu formula (Sufor). Padahal ASI mengandung zat zat dasar yang istimewa yang sangat di butuhkan oleh si bayi. Tidak terhitung lagi berapa penilitian yang berhasil mengungkap keistimewaan dari ASI.  

Penggunaan susu formula atau Sufor memang tidak sepenuhnya salah namun anda sebaiknya juga sebaiknya bijak dalam penggunaan sufor. Alternatif ini hanyalah upaya terakhir setelah melakukan peningkatan produksi ASI dan penggunaan donor ASI.


Berikut Alasan Untuk Tidak Menggunakan Susu Formula

1.      ASI masih cukup
2.      Sufor bisa membuat sembelit, pada beberapa kasus membuat mencret
3.      Kalau sudah minum sufor ada kemungkinan ngga mau ASI lagi, karena rasa sufor yang lebih “enak”
4.      Sufor adalah susu sapi, bagaimana pun ada kemungkinan ketidakcocokan dengan bayi non sapi.
5.   Sufor yang tagline-nya kaya akan AA, DHA, kolin, dll yang fungsinya untuk otak, itu adalah smuanya premix atau bahan kimia sintetis & bukan alami. Sebagaimana kita tahu bahan kimia sintetis/buatan yang bila diberikan dalam jangka panjang akan memberikan efek samping yang dikhawatirkan akan merugikan.
6.     Gula pada sufor mayoritas berupa sukrosa (dengan jumlah yang sangat tinggi di salah satu sufor). Ada juga sufor yang klaimnya tidak mengandung gula, tetapi gula karbohidrat berupa laktosa yang mirip dengan ASI. Namun, sampai kapanpun tidak akan pernah ada produsen yang dapat membuat gula persis dengan ASI. Gula tambahan itu yang akan menjadi bahan aditif, sehingga bayi ketergantungan pada sufor karena rasanya yang manis. Gula itu juga bersamaan akan mengganggu kerja organ ginjal bayi sehingga lebih berat untuk mencerna gula atau disebut Renal Salute Load (RSL).
7.      Ada beberapa kasus bayi memiliki intoleransi terhadap laktosa pada susu formula
8.      Ada beberapa bayi alergi sufor (bintik merah, gangguan pernafasan)
9.      Sufor lebih sulit dicerna bayi, karena komposisinya berbeda dengan ASI
10.  Beberapa bayi cenderung menjadi kegemukan setelah minum sufor
11.  Anak menjadi keterusan minum susu padahal setelah besar tidak perlu lagi
12.  Perlu biaya tambahan untuk beli sufor, ASI gratis
13.  Sufor adalah susu cair yang dikeringkan lalu dicairkan lagi, proses pembuatan terlalu panjang, nilai gizi sudah sangat berkurang
14.  Sufor banyak ditambahkan zat-zat kimia untuk mengganti gizi yang hilang, memberatkan ginjal bayi
15. Beratnya kerja ginjal dan pencernaan karena minum sufor, dapat menyebabkan tubuh tidak fokus, sehingga daya tahan tubuh berkurang
16.  Karena rasa sufor yang manis, anak menjadi pemilih makanan
17.  Jika anak terlalu banyak minum sufor karena rasanya yang manis, jadi terlalu kenyang untuk makan yang lain
18.  Sufor dibuat untuk pengganti ASI, jika ASI masih ada, tidak perlu sufor
19.  Susu bubuk awalnya dibuat untuk dibawa ke daerah yang jauh, agar tidak rusak. Jika kondisi tersebut tidak terjadi, sebenarnya tidak perlu susu bubuk.