Dahlan Iskan, ke Golkar, Demokrat atau PKS ?

Dahlan Iskan, ke Golkar, Demokrat atau PKS ? – Saat ini Dahlan Iskan bagaikan oase di sebuah gurun. Dengan gayanya yang sederhana dan bersahaja, membuat nama Dahlan menjadi idola baru bagi masyarakat Indonesia yang kini mulai muak dengan sebagian besar perilaku penjabat.

Selain menjadi idola baru masyarakat, Dahlan juga menjadi “idola” bagi partai partai besar sebut saja Demokrat, Golkar dan PKS untuk dijadikan sebagai cawapres dan calon presiden di pemilu 2014.

"Tren Dahlan itu positif. Dia akan menjadi salah satu barang paling panas yang diperebutkan di 2014," jelas pengamat politik-ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Karuniana Dianta

Itulah demokrasi, dan itulah cara “berjualan” di sistem tersebut. Lalu pertanyaannya, akan berlabuh kemana Dahlan Iskan ? dan apakah masyarakat kita akan tertipu untuk sekian kalinya ?....


Kembali ke Dahlan Iskan, PKS berniat ingin menggandeng Dahlan Iskan sebagai cawapres dari capres pilihan mereka. Saat ini PKS walaupun belum resmi telah menetapkan jagoan pilpresnya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta.

"Kalau di PKS sendiri yang dari dalam capresnya Pak Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq, atau Anis Matta. Jadi daripada Dahlan-Hatta lebih baik Dahlan-Luthfy, Anis, atau Nur Wahid," tutur Wakil Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah.

Sama dengan PKS, Golkar juga berminat meminang Dahlan sebagai cawapres dari capres Golkar, siapa lagi kalau bukan Aburizal Bakri alias Ical.

"Unsur Jawa sebagai penyeimbang, pengalaman di pemerintahan dan juga pengalaman sebagai profesional/swasta. Matang secara emosional. Insya Allah bisa jadi kombinasi dahsyat yang saling melengkapi dengan Pak Ical," tutur Jubir Golkar, Nurul Arifin.

Bagaimana dengan Demokrat ? Berbeda dengan kedua partai tersebut, Partai Demokrat yang kini masing “bingung” menentukan capres, kemungkinan besar akan menempatkan Dahlan sebagai capres mereka, di duetkan dengan Hatta. Wacana ini dikeluarkan oleh politisi Partai Demokrat Ulil Abshar.

"Hatta dari sisi makro sebagai Menko Perekonomian yang berhasil menjadikan Indonesia masuk investment grade, sedang Dahlan berhasil dari sisi swasta, sebagai pengusaha grup Jawa Pos, dan dari sisi mikro sebagai Dirut PLN. Dan sekarang Dahlan membuat terobosan membentuk BUMN yang lebih baik," terang Didi.