Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Rumah

Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Rumah – Banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menentukan waktu yang tepat untuk membeli rumah. Hal ini wajar dimana kondisi perekonomian sekarang ini yang fluktuatif. Namun jika cirri cirri di bawah ini sudah anda miliki, berarti waktunya anda membeli rumah.


Berikut tanda tanda anda siap untuk membeli rumah

1.      Anda Siap Berkomitmen
Pertama-tama, jika anda belum siap berkomitmen, sebaiknya anda jangan dulu membeli rumah. Kepemilikan rumah dibuntuti dengan banyak kewajiban baru, seperti perawatan, pajak dan proses jual beli yang cukup rumit. Belum lagi anda harus melewati proses tersebut jika ingin pindah dan terpaksa menjual rumah tersebut.

Urusan notaris, biaya pindahan, dan biaya-biaya tambahan lainnya dalam membeli rumah biasanya cukup merepotkan. Dengan banyaknya biaya ini, akan sebaiknya memikirkan untuk tinggal di tempat tersebut untuk waktu yang cukup lama. Pekerjaan dengan gaji yang tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah, tentunya supaya bisa lancar membayar kredit dan melunasinya dengan cepat jika ada tambahan pemasukan.

Jika anda merasa bisa berkomitmen untuk tinggal di rumah baru setidaknya selama lima tahun ke depan, maka ini waktu yang tepat untuk segera membeli rumah. Tapi, jika anda agak sulit untuk berkomitmen, tidak terlalu menjadi masalah karena anda bisa menyewakan atau menjual kembali saat anda berubah pikiran.

2.      Biaya punya rumah lebih murah daripada sewa
Jika setelah anda perhatikan sewa rumah anda selama ini menjadi terlalu mahal daripada cicilan rumah per bulan, sudah saatnya mempertimbangkan untuk membeli rumah. Cari bank yang sesuai dengan keinginan dan mulailah membicarakan kredit pemilikan rumah (KPR). Cari lokasi yang sesuai dengan kantong, jangan memaksakan diri.

Hitung juga biaya pengeluaran lain-lain untuk rumah tersebut, seperti uang keamanan dan kebersihan, lalu bandingkan dengan biaya sewa rumah tadi. Jika ternyata biayanya lebih murah atau malah sama, sebaiknya anda alokasikan dana tersebut untuk cicilan rumah. Karena, daripada terus menerus bayar sewa namun tidak dapat apa-apa lebih baik uangnya 'ditabung' di rumah baru.

3.      Situasi pasar mendukung
Jika permintaan mulai melambat dan banyak rumah dibangun namun sepi pembeli serta kondisi pasar yang sedang lesu, inilah situasi yang sangat mendukung untuk membeli rumah. Anda punya banyak kesempatan untuk menawar harga dalam situasi seperti ini. Bukan tidak mungkin anda mendapatkan rumah impian anda di bawah harga normal.

Satu hal yang harus anda perhatikan, jangan sampai salah membaca situasi karena jika permintaan sedang tinggi dan jumlah rumah terbatas, anda sama sekali tidak bisa melakukan penawaran. Bahkan, rumah impian anda bukan tidak mungkin harganya melonjak lebih dari setengah.

4.      Bunga kredit rendah
Saat bunga KPR rendah, atau ada bank yang menurunkan tingkat bunganya, ini saat yang sangat tepat mencari rumah. Anda bisa mendapatkan bungan yang tidak terlalu 'mencekik' kantong anda setiap bulannya, yang ujung-ujungnya bisa menghemat beberapa juta rupiah dalam tahun-tahun mendatang.

Meski perbedaan bunganya hanya nol koma persen, pengaruhnya sangat banyak apalagi untuk jangkapanjang. Sebagai contoh, ada sebuah rumah dengan harga Rp 220 juta. Antara bunga 4,2% dan 4,5% ada selisih bunga sekitar Rp 13,993 juta untuk cicilan dalam jangka waktu 30 tahun. Uang sebesar itu tentu cukup besar dan bisa digunakan untuk keperluan lain.

5.      Punya cukup tabungan untuk uang muka
Memiliki uang yang cukup besar di tabungan untuk uang muka rumah sama pentingnya dengan bunga yang rendah. Intinya, semakin kecil utang, semakin kecil cicilan dan bunganya yang harus dibayar per bulan. Jika punya uang banyak, anda tidak perlu berpikir panjang untuk segera menanamkan semuanya di sebuah rumah.

Memang sangat menggiurkan untuk menggunakan uang tersebut di hal-hal lain seperti jalan-jalan ke luar negeri, mobil baru, atau belanja. Tapi anda harus ingat, beberapa hal yang tadi disebutkan bukanlah sebuah investasi yang akan memberikan anda imbal hasil.

6.      Tunggu musim yang tepat
Pada musim panas biasanya para pengembang menyediakan lebih banyak rumah dengan berbagai macam promosi untuk menarik pembeli. Tapi anda harus ingat juga, selain makin banyaknya rumah, pada waktu musim panas jumlah para pembeli pun bisa tiba-tiba membengkak.

Dengan demikian, anda akan mendapat sedikit hambatan dalam mencari rumah impian, belum lagi kesulitan untuk tawar-menawar. Dalam situasi seperti ini biasanya anda harus pintar-pintar melihat kondisi pasar.

Biasanya, meski tidak sering, banyak orang enggan membeli rumah pada saat musim hujan karena akan repot jika melakukan pindahan. Nah, ini bisa menjadi waktu yang cocok untuk membeli rumah. Namun, anda tidak perlu langsung menempati rumah tersebut. Tunggu sampai musim kembali panas dan anda bisa segera pindah ke rumah tersebut.