Apa Itu SOPA dan Pengaruhnya untuk Indonesia ?

Apa Itu SOPA dan Pengaruhnya untuk Indonesia ? – Di Amerika sedang hangat hangatnya membahas soal SOPA, banyak pihak menilai SOPA akan membelenggu kebebasan di dunia maya alias internet. Lalu apa itu SOPA dan apa pengaruhnya untuk Indonesia ?

SOPA kependekan dari Stop Online Piracy Act, ini merupakan RUU Anti Pembajakan Online yang kini masih dalam proses legilasi. RUU ini diperkenalkan oleh salah seorang representatif US yang bernama Lamar Seeligson Smith, dia kemudian mengajukannya ke Kongres Amerika Serikat.

SOPA memiliki pasangannya yaitu PIPA. PIPA kependekan dari Protect Intellectual Property Act atau RUU Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, sama dengan SOPA, PIPA juga masih dalam proses legilasi.

Jika dilihat artinya kita semua tahu kalau kedua RUU tersebut akan mengatur konten yang ada di dunia online, sehingga tindakan yang merugikan pemegang hak cipta (Copyright) atas pembajakan atau pemalsuan hak kekayaan intelektualnya di internet bisa di hentikan dan para penegak hukum bisa leluasa untuk menindaklanjutinya.

Ada yang mengganggap SOPA sebagai upaya balas dendam "Hollywood" karena tak mampu melawan pembajakan. Padahal, "Hollywood" dkk seharusnya melawan dengan pendekatan bisnis.

Kini sejumlah situs besar memutuskan untuk melakukan blackout, bahkan ada yang mematikan sementara layanan mereka sebagai aksi protes terhadap SOPA dan PIPA. Mereka itu antara lain Google, Wordpress, Wikipedia, Mozilla, BoingBoing, The Huffington Post, Electronic Frontier Foundation (EFF), Dinosaur Comics, Craiglist, Consumer Electronics Association (CEA) dan Reddit.

Untuk Facebook dan Twitter, keduanya walaupun protes terhadap SOPA, namun keduanya sepertinya tidak siap untuk mematikan situs sebagai wujud protes. Bahkan CEO Twitter Dick Costolo beranggapan menutup bisnis global untuk menanggapi masalah politik dalam negeri adalah tindakan bodoh.



Pengaruh SOPA

Sesuai dengan tujuan SOPA, yakni untuk menghentikan pembajakan atau hal-hal yang merugikan pemegang hak cipta, maka hal tersebut akan berpengaruh sangat besar terhadap apa yang terkandung di dunia internet saat ini.

Salah satu contoh bila SOPA jadi diterapkan adalah pihak pemerintah Amerika Serikat berhak untuk memblokir atau bahkan menghapus website/blog yang (dipandang) melanggar hak cipta (copyright).

Mereka (USA) berhak untuk menginstruksikan semua layanan yang masih bernaung pada undang-undang mereka, seperti layanan hosting, registrant (penyedia layanan domain), layanan pembayaran online seperti Paypal, dan bahkan layanan mesin pencari untuk memutus akses atau kontak kepada website/blog yang dipandang melanggar hak cipta.

Ingat bahwa hak cipta di sini bukan hanya konten bajakan, semisal videoklip musik, lagu, atau software. Ini juga mencakup produk fisik yang dianggap melanggar, misalnya mainan anak-anak versi "kw".

Ini hanya contoh, tetapi mungkin bisa jadi ilustrasi dampak SOPA. Misalnya, di forum jual beli sebuah komunitas terbesar di Indonesia atau toko online terbuka lainnya terdapat penjual produk bajakan.

Lewat SOPA, situs tersebut bisa dilarang berbisnis dengan AS. Dengan demikian, iklan (seperti Google Ads atau lainnya) tak akan muncul di situs tersebut.

Skenario itu tentunya bisa berdampak, baik bagi mereka yang menggunakan layanan seperti PayPal di situsnya, maupun yang mendapatkan penghasilan tambahan dari iklan AdSense dan sejenisnya.