Pilih Pertamax atau Bahan Bakar Gas



Pilih Pertamax atau Bahan Bakar Gas – Tanggal 1 April 2012 nanti merupakan tahap pertama dalam pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi di Jawa dan Bali. Hal ini di lakukan untuk menekan anggaran BBM bersubsidi yang tahun 2011 kemarin telah membengkak hingga Rp 30 triliun.

Nantinya BBM subsidi hanya akan di boleh digunakan sepeda motor, angkutan umum dan barang. Sedangkan untuk yang lain, harus memilih antara Pertamax dan bahan bakar gas.

Seperti kita tahu, penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaraan bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Di tahun 1986, 20 persen armada taksi pernah di alihkan ke CNG (Compressed Natural Gas). Namun sayangnya, hingga sekarang penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaran belum maksimal.


Kini penggunaan bahan bakar gas kembali “dihidupkan” dengan menggunakan nama Vi-Gas (Liquifed Gas Vehicle). Bahan bakar gas ini di yakini mempunyai kelebihan di bandingakan dengan jenis bahan bakar gas sebelumnya, baik dari segi keamanan maupun aplikasi penggunaannya.

Namun untuk menggunakan Vi-Gas kendaraan anda harus terpasang converter kit dan ini harganya cukup mahal yaitu sekitar 10 sampai 15 juta per unit.

Pemerintah hanya akan membagikan alat konversi gratis kepada angkutan umum di Jawa dan Bali. Untuk mobil pribadi, pemerintah hanya akan memberi subsidi potongan harga atau pinjaman lunak. Padahal, ada belasan juta mobil pribadi di Jawa dan Bali dan ini perlu waktu untuk menggunakan alat konversi.

Untuk melaksanakan konversi ini, tentu perlu pembangunan infrastruktur BBG, baik tangki maupun SPBG, agar mudah diakses pengguna kendaraan. Hal ini disertai dengan jaminan keberlanjutan pasokan gas bagi sektor transportasi dan harga BBG yang sesuai dengan keekonomian.