Tips Jika Ingin Menutup Kartu Kredit

Tips Jika Ingin Menutup Kartu Kredit – Ada banyak alasan orang ingin menutup kartu kreditnya dari yang punya lebih dari satu, terlalu banyak utang sampai yang tidak pernah digunakan. Apakah anda termasuk yang ingin menutup kartu kredit tahun ini ? Jika iya anda harus baca tips berikut ini.


Berikut Tips Jika Ingin Menutup Kartu Kredit

1.      Lunasi seluruh tagihan
Jika dalam tagihan Anda masih ada utang, maka kartu kredit tidak bisa ditutup. Makanya, terlebih dahulu Anda harus melunasi tagihan tersebut. Anda bisa membayar tagihan ini dengan cara yang biasa, membayar dengan tunai. Jika ternyata belum mampu melunasi seluruhnya, Anda bisa mengalihkan utangnya ke kartu kredit yang lain, cari yang bunganya paling rendah.

Tapi harus diperhatikan bahwa pemindahan tagihan seperti ini dikenakan biaya, umumnya sekitar 1-5% dari total tagihan yang akan dialihkan.

2.      Baca ketentuan dengan baik
Anda harus membaca ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam menutup sebuah kartu kredit, perhatikan jika ada beberapa denda yang harus Anda bayar. Jika umur kartu kredit anda masih muda, biasanya ada denda untuk penutupan dalam waktu singkat.

3.      Kumpulkan semua bonus
Secara teknis, semua bonus yang Anda dapat (seperti poin, cashback dan lain-lain) masih milik anda, bahkan setelah kartu kredit tersebut ditutup. Tapi ada baiknya jika Anda kumpulkan bonus-bonus tersebut sebelum menutup kartu kreditnya. Jika bonus yang Anda dapat belum dapat diambil untuk jangka waktu tertentu, tentukan pilihan, apakah lebih baik menunggu atua tidak usah. Jika bonusnya hanya bernilai Rp 500.000 tapi tagihan bulan selanjutnya beserta bunga mencapai Rp 1 juta, lebih baik tutup sekarang juga.

4.      Batalkan seluruh pembayaran otomatis
Sebelum menutup kartu kredit, pastikan seluruh pembayaran otomatis terhadap kartu tersebut telah ditutup atau dialihkan. Jika sampai lupa maka Anda bisa repot sendiri. Bisa jadi pembayaran otomatis itu putus di tengah jalan sehingga Anda dianggap menunggak.

5.      Telepon, Minta Tutup Kartu, Tentukan Tanggal
Beda bank biasanya beda prosedur menutup kartu kredit, bahkan jalur telepon bagian costumer service-nya pun berbeda. Siapkan diri Anda untuk berbicara dengan karyawan yang akan membujuk anda untuk tidak menutup kartu kredit tersebut. Jawab saja dengan singkat, "Tidak terima kasih, saya hanya ingin menutup kartu kredit."

Tanyakan tanggal efektif penutupan kartu kredit anda, pastikan apakah masih ada sisa kewajiban yang harus Anda sampai pada masa tidak berlakunya kartu tersebut. Jangan beranggapan setelah menelepon, kartu tersebut sudah tidak berlaku.

6.      Minta konfirmasi tertulis
Setelah selesai dengan urusan dengan costumer service bagian penutupan kartu kredit, Anda bisa meminta konfirmasi tertulis dari pihak bank yang membenarkan bahwa kartu Anda sudah tidak berlaku lagi. Pastikan Anda menyimpan surat keterangan ini dengan baik. Jika tiba-tiba masih ada tagihan baru di bulan berikutnya, Anda punya bukti yang menunjukkan kartu tersebut sudah tidak berlaku, berarti kesalahan bukan pada diri Anda.

7.      Hitung Total Hutang & Biasakan Membayar Tunai saat Berbelanja
Seperti yang dikutip dari detikfinance, Perencana Keuangan ternama, Aidil Akbar, menyarankan Anda mulai menghitung total hutang yang dimiliki. Buat empat kolom dalam satu kertas untuk membuat daftar hutang Anda.

"Dikolom pertama buat daftar nama bank tempat Anda memiliki hutang. Dikolom berikutnya masukan jumlah hutang Anda dari tiap bank tersebut. Kolom ketiga, tuliskan suku bunga yang dikenakan dan yang harus Anda bayar dari masing-masing kartu kredit. Dikolom terakhir masukan pembayaran minimum dari masing-masing kartu kredit," tutur pria dengan sapaan akrab Akbar itu.

Ia juga menasihati agar Anda menjual barang-barang berharga serta mencairkan deposito untuk melunasi semua hutang. Tidak ada gunanya mempunyai deposito jutaan Rupiah dengan bunga 7% per tahun jika Anda harus membayar hutang kartu kredit dengan bunga 42% per tahun, berarti uang Anda minus 35% per tahun.

8.      Displin Diri
Akbar mengatakan, saat Anda mulai mencicil hutang kartu kredit cobalah disiplin diri. Jangan gunakan kartu kredit ketika berbelanja. Ada baiknya mengganti kartu kredit dengan kartu debit supaya tidak kembali berhutang.

"Apabila Anda tidak bisa disiplin melakukan hal ini pergunakan saja charge card atau kartu debit sehingga Anda tidak terbelit hutang lagi," tambah pria lulusan Business Administrations dari Woodbury University, Los Angeles, California, Amerika Serikat itu.

9.      Tinggalkan Kartu Kredit di Rumah
Jika Anda tidak bisa atau belum sanggup menutup kartu kredit, cobalah untuk meninggalkannya di rumah, terutama saat akan pergi ke mal. Sebaiknya taruh saja kartu kredit di dalam lemari kamar Anda. Cara ini bisa membuat Anda terbiasa mengeluarkan uang tunai atau menggunakan kartu debit ketika berbelanja.

10.  Simpan Kartu Kredit di Tempat yang Sulit Dijangkau
Anda ingat bagaimana Rebecca Bloomwood dalam kisah Confessions of a Shopaholic menyimpan kartu kreditnya di dalam freezer? Kartu tersebut dibuat menjadi es batu oleh Rebecca sehingga butuh usaha lebih agar ia bisa memakai kartu itu saat dibutuhkan.

Jika memang kebiasaan belanja dengan kartu kredit sangat sulit dihentikan, Anda bisa mencoba cara Rebecca. Bila tidak mau terlalu ekstrim, Anda bisa menaruhnya di bawah tumpukan baju. Intinya, usahakan agar kartu kredit itu jauh dari pandangan mata.

11.  Shock Therapy
Pernahkah Anda menghitung berapa bunga yang harus dibayar setiap bulannya jika tidak membayar lunas tagihan kartu kredit? Jika belum pernah, cobalah lakukan karena ini bisa menjadi semacam shock therapy untuk Anda. Saat melihat angka yang sebenarnya dibayarkan kepada pihak kartu kredit, Anda bisa sangat menyesal dan akan berpikir dua kali untuk menggunakannya lagi.