Rudal Korut Ancam Indonesia di Bulan April ?

Rudal Korut Ancam Indonesia di Bulan April ? – Amerika Serikat melalui Wakil menteri Luar Negeri nya, Kurt Campbell menyampaikan kalau uji coba rudal Korea Utara akan di arahkan ke Asia Tenggara. Jika uji coba yang rencananya di lakukan pada bulan April tersebut terlaksana, menurutnya dampaknya kira-kira sampai ke wilayah di antara Australia, Indonesia dan Filipina,

Menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya adalah ke selatan. "Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell.

"Kami tidak pernah melihat arah peluncuran seperti ini sebelumnya. Oleh karenanya, kami sudah memperingatkan kepada negara-negara ini dan meminta mereka mengecam rencana peluncuran rudal dan mendesak Korea Utara guna menghentikannya." tambah Dr Campbell.

Rencananya Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan juga Presiden AS Barack Obama bersama 50 pemimpin lainnya akan bertemu di ibukota Korea Selatan, Seoul hari Senin guna mendiskusikan program perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

Menanggapi hal tersebut, Indonesia melalui Juru Bicara Kemenhan Brigjen TNI Hartind Asrin mengatakan kalau Indonesia tidak perlu khawatir mengenai peringatan Amerika tersebut.

"Dengan kebijakan CBM (Confidence Building Measure), untuk saling mempercayai, tidak ada saling curiga mencurigai. Hubungan kita dengan Korut sangat baik. Tidak ada alasan apa pun kita khawatir," ujar Hartind.

Hartind mengatakan, pihaknya telah menghubungi atase pertahanan RI di Beijing, China, untuk mengkonfirmasi kebenaran laporan pemerintah Amerika Serikat yang menuding uji coba roket Korut dapat berimbas kepada Indonesia. Bahkan Hartind mengatakan Kemenhan telah menghubungi badan intelijen Korut dua hari lalu.

"Mereka membantah roket yang akan diluncurkan adalah senjata militer. Kata mereka itu roket untuk kepentingan sipil, yaitu penempatan satelit Korut," jelas Hartind.



Amerika ‘Lebay’

Menurut pakar politik dan hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Zainuddin Djafar, apa yang di tudingkan Amerika Serikat soal peluncuran roket Korea Utara (Korut) yang berdampak terhadap Indonesia sangat berlebihan.

Dia mencontohkan, sikap berlebihan AS sangat terlihat dalam menyikapi perkembangan ekonomi dan militer China. AS menempatkan tentaranya di Australia untuk mengkonter China dan Korut kalau Indonesia tidak mampu. Menurut dia, peningkatan kekuatan militer China dapat dimaklumi karena negeri berpenduduk 1,3 miliar itu mempunyai wilayah yang luas yaitu 9,6 juta km2.

Zainuddin juga menjelaskan seputar kekuatan Korut. Pertama, Korut masih memiliki pemimpin yang solid. Meskipun AS menuding Korut sebagai negara gagal, namun Korut masih didukung kekuatan ekonomi yang baik.

Sementara itu, sedikit berbeda dengan pendapat Zainuddin Djafar. anggota Komisi I DPR, Effendy Choirie menilai pernyataan AS adalah bentuk provokasi intimidatif. Karena AS selalu berpandangan minor terhadap negara-negara yang tidak tunduk terhadap hegemoninya.

Menurut politisi PKB ini, Indonesia tidak perlu khawatir terhadap laporan AS yang bernilai intimidasi. Setiap kali Korut melakukan manuver politik dan pertahanan, kata dia, AS pasti menakut-nakuti negara lain untuk memusuhi dan melawan Korut.

Dia mengatakan, Indonesia dan Korut adalah dua negara bersahabat yang telah berkawan sejak lama. Sehingga tidak mungkin Korut berniat jahat terhadap Indonesia.