7 Tips Agar Dekat Dengan Mertua

7 Tips Agar Dekat Dengan Mertua – Tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan dalam menjamin hubungan dengan mertuanya. Memang banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, namun anda harus bisa mengatasinya sebab keakraban dengan mertua menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kelanggengan pernikahan anda.


Berikut 4 Tips Agar Dekat Dengan Mertua

1.      Cari beberapa kesamaan dengannya
Gali kesamaan yang bisa Anda padankan dengan mertua. Hal ini dapat menjadi jembatan untuk menjalin keakraban dengannya, sekaligus menunjukkan rasa hormat dan menghargai mereka. Misalnya saja, jika ayah mertua menyukai sepakbola, tak ada salahnya memersatukan obrolan lewat hal tersebut.

2.      Jangan pernah mengatakan hal buruk tentang mereka
Ini merupakan contoh sempurna dari semua orang yang sangat bermanfaat. Mengatakan sesuatu yang buruk tentang mereka hanya akan memperkeruh hubungan Anda dengan mereka. Karenanya, hargai mereka dengan meminimalisir obrolan yang bisa menyakitkan hati mereka atau menyulut pertengkaran besar.

3.      Buat usaha untuk mendekatkan diri
Ada banyak cara untuk dapat merekatkan diri dengan mertua. Anda dapat memberikan perhatian lebih sebagai salah satu upaya perhatian terhadap mereka. Misalnya saja, menikmati minum-minum bersama sambil menonton televisi, mengobrol bersama, hingga membantu pekerjaan domestik di dapur. 

4.      Menonjolkan hal positif dan membenamkan hal negatif
Seburuk apapun sikap atau perilaku yang mereka tonjolkan, jangan membalasnya dengan hal yang sama. Sebaliknya, tonjolkan sisi positif Anda dalam menyikapi keburukannya. Bahkan, ketika mereka begitu menjengkelkan, jangan ragu untuk tetap melayangkan pujian untuk mertua.

5.      Selesaikan Perselisihan
Jika salah satu tengah bermasalah dengan ayah mertua, maka sudah jadi kewajiban si anak kandung menjadi mediator dan menengahi perselisihan. Pihak yang mempunyai hubungan lebih dekat (ayah dengan anak) lah yang harus berinisiatif menyelesaikan masalah. Bukan hal yang bijaksana jika menantu dan mertua saling melakukan konfrontasi.

6.      Hargai Kebiasaan Keluarga Mertua
Anda terganggu dengan kebiasaan-kebiasaan saudara-saudara ipar atau kegiatan-kegiatan rutin di keluarga si dia seperti arisan keluarga, piknik bersama, dan sejenisnya? Jangan terus-menerus merasa begitu. Daripada menyimpan kesal untuk hal-hal sepele, lebih baik pahami dan terima saja kebiasaan yang sudah ada jauh sebelum Anda bertemu dan menikahi si dia. Hargai ikatan yang sudah terjalin erat antara pasangan Anda dengan saudara-saudaranya. Bersikaplah suportif. Tapi Anda tetap punya hak untuk mengutarakan keberatan jika kasusnya memang cukup serius dan mengganggu. Dan si dia tentu saja wajib menanggapi keluhan Anda.

7.      Jangan Mengadu ke Orangtua
Sejauh yang Anda bisa, usahakan untuk tidak melibatkan pihak luar (keluarga sekalipun) dalam masalah keluarga inti Anda. Ketika kedongkolan pada si dia sudah  di ubun-ubun dan ribut besar menjelang di depan mata, godaan untuk mengetuk pintu rumah orangtua pasti sangat menggoda. Tapi, jangan lakukan, karena ini juga  bisa merusak hubungan baik Anda dengan mertua.

Keluarga Anda, terutama orang tua sudah pasti akan membela mati-matian anak mereka. Ketika Anda cerita betapa si dia sudah melukai hati Anda (tentu saja dengan tambahan di sana sini), apa pun yang sesungguhnya terjadi, orangtua akan membuat persoalan itu jauh lebih personal daripada Anda sendiri. Anda pasti sudah diberitahu bahwa pertengkaran baik besar ataupun kecil adalah bumbu dalam pernikahan karena itu juga menunjukkan sebuah pernikahan yang sehat. Artinya Anda dan si dia saling mencintai dan peduli terhadap satu sama lain. Jadi, santai saja. Tetap cari solusi terbaik tapi hindari mengadu kepada kedua orangtua  karena dalam hitungan jam, amarah Anda terhadap si dia bakal mereda.