Tips Mengatasi Anak yang Suka Marah dan Bicara Kasar

Tips Mengatasi Anak yang Suka Marah dan Bicara Kasar – Mudahnya akses informasi saat ini tidak hanya membawa efek positif tapi juga memberikan efek negatif, terutama untuk anak anak. Sehingga tidak aneh jika celoteh anak anak yang polos seringkali kebablasan. Mengomelinya dengan nada suara tingi bukanlah solusi yang efektif, malah cara tersebut bisa mengakibatkan anak menjadi pemarah. Lalu bagaimana cara mengatasinya anak yang suka marah dan bicara kasar ?


Berikut Tips Mengatasi Anak yang Suka Marah dan Bicara Kasar

4 Tips Mengatasi Anak yang Suka Marah

1.      Berikan contoh yang baik
Anak-anak belajar melalui perilaku yang dicontohkan orangtuanya. Untuk itu, mereka akan mengikuti apa yang dilihat dari orang lain di sekitarnya, terutama orangtua. Jika seorang anak memiliki masalah dengan kemarahan dan ekspresinya, pertama-tama orangtua harus memertimbangkan perilaku mereka sendiri. Tidak cukup dengan mengatakan, mereka tahu apa yang harus dilakukannya. Berbicara keras pada anak-anak pun tidak akan menyelesaikan masalah. Karenanya, orangtua perlu secara konsisten mengelola kemarahan anak-anak dengan tepat sehingga akan mengikutinya.

2.      Berusaha memahami
Sebelum membimbing anak-anak untuk mengelola kemarahannya, Anda perlu memahami perspektif anak. Terkadang, kemarahan anak-anak dikarenakan mereka membutuhkan bantuan. Karenanya, identifikasi terlebih dulu apa penyebab kemarahan mereka. Misalnya, seorang anak mungkin marah dikarenakan merasa frustasi, kesepian, atau cemas. Dengan mengidentifikasi akar masalah, akan membantu anak mengembangkan wawasan yang lebih besar, serta menemukan cara tepat dalam menangani masalahnya di kemudian hari.

3.      Sertakan anak dalam proses
Mengikutsertakan anak dalam mengatasi kemarahan mereka dapat mencari cara terbaik. Bicarakan tentang hal-hal yang membuatnya marah bersama-sama agar mereka merasa dilibatkan dan dihargai. Setelah itu, bantu mereka mengidentifikasi tanda-tanda yang menyebabkan kemarahan dini pada mereka, seperti frustasi, ketidaksabaran, atau kesepian. Anda dapat bersama-sama menentukan berbagai pilihan untuk mengatasi perasaan mereka dan mempertimbangkan pro-kontra dari masing-masing solusi yang dipilih.

4.      Tampil dengan baik di hadapan anak
Biasakanlah untuk berperilaku baik terhadap anak. Jika anak mengalami hari yang buruk, bantu mereka untuk me-manage kemarahannya. Anda perlu mengingatkan mereka dengan lembut agar kemarahan dapat diminimalisir. Setelah mereka dapat mengatasi kemarahan dengan menunjukkan perilaku yang lebih baik, berikan pujian padanya. Biarkan mereka tahu betapa Anda menghargainya. Berikan mainan favorit atau perilaku yang mendukung sikapnya sehingga mereka semakin percaya diri.

7 Tips Mengatasi Anak yang Suka Marah

1.      Buat standar kata-kata yang diperbolehkan
Memberitahu bahwa kata-kata kasar merupakan perilaku buruk hanya akan membuat mereka bingung. Sebaliknya, berikan standar kata-kata yang memang diperbolehkan untuk dikatakannya lebih lanjut. Hasilnya, anak-anak tidak akan merasa bersalah jika mengatakan kalimat dengan kata-kata yang tepat.

2.      Ajari mereka konteks kalimat
Bantu anak-anak Anda untuk memahami kapan, mengapa, dan seberapa perlu kata-kata tersebut dikatakan. Sebagai contoh, mungkin tidak masalah bercanda kepada seseorang yang dekat dengan mereka dengan candaan sedikit kasar. Namun, mereka harus tahu jika konteks tersebut bisa digunakan dengan orang yang memang sudah kenal dekat dan tidak dengan orang yang baru saja mereka kenal. Ini untuk mengenalkan mereka bagaimana memahami norma kesopanan.

3.      Fokus pada hubungan
Cobalah diskusikan secara hati-hati dengan buah hati Anda mengapa seseorang kerap menggunakan kata-kata kasar atau makian. Dengan mengetahui alasannya, mereka dapat menyortir kata-kata tertentu yang membuatnya merasa tidak nyaman.

4.      Melihat perasaannya lebih dalam
Cobalah untuk menelisik perasaan buah hati Anda lebih dalam. Mungkin saja dia mengatakan hal tersebut karena perasaan marah yang sedang dirasakannya. Setelah itu, bicarakan lebih lanjut dengan anak Anda untuk menjembatani ketidaknyamanan yang dirasakannya.

5.      Bersikap netral
Makian atau kata kasar yang terlontar dari anak-anak merupakan pengingat yang baik. Mungkin saja, mereka hanya ingin mendapatkan respons atau perhatian lebih dari orangtuanya. Jika Anda mencoba mengekangnya, kata-kata tersebut justru dikeluarkannya semakin banyak. Atasi dengan cara lembut dan bersikap netral. Secara perlahan, hal tersebut pun dapat teratasi.

6.      Periksa kata-kata yang Anda lontarkan
Cek kembali kalimat dan kata-kata yang Anda obrolkan dalam keseharian. Bisa jadi, pemicu kekasaran anak berasal dari Anda sendiri. Sortir kembali kata-kata yang Anda gunakan dan selektif memilihkan tayangan televisi, lagu-lagu, dan media lainnya yang memengaruhi kosakata buah hati Anda.

7.      Jangan dibawa terlalu serius
Ketika kata-kata kasar mereka lontarkan, jangan tanggapi dengan serius. Untuk sesekali, anggaplah kalimatnya sebagai humor semata. Saatnya Anda membantu untuk memahami mengapa dan dampak dari kata-kata kasar yang dilayangkannya. Biarkan anak Anda tahu konsekuensinya sehingga dia dapat memertimbangkan jika ingin kembali mengatakan kata-kata tersebut.