5 Tips Membeli Rumah untuk Invetasi

5 Tips Membeli Rumah untuk InvetasiAda banyak alasan seseorang membeli rumah, salah satunya adalah untuk investasi. Membeli rumah untuk tempat tinggal tentu berbeda dengan membeli rumah untuk investasi. Jika untuk tempat tinggal, anda bisa menggunakan perasaan alias hati ketimbang logika, namun jika anda berniat membeli rumah untuk investasi, maka yang harus anda dahulukan adalah logika anda.
5 Tips Membeli Rumah untuk Invetasi

Berikut 5 Tips Membeli Rumah untuk Invetasi

1.      Lokasi dan kondisi
Beberapa pihak menilai, membeli rumah di daerah terbaik dalam kondisi rusak merupakan hal yang merugikan. Hal ini ada benarnya, karena Anda tidak ingin membeli properti yang harus direnovasi selama beberapa bulan sebelum penyewa masuk sehingga properti memberikan Anda pemasukan. Namun ini bisa menjadi pengecualian jika strategi investasi Anda cerdik, yang bertujuan mencari rumah dengan biaya perawatan rendah.

2.      Jadilah hambar saat membeli
Pilih warna rumah yang netral, dan jangan pilih sesuai selera Anda. Pasalnya, warna-warna netral membuat rumah lebih mudah disewakan karena bisa disesuaikan dengan furnitur apa pun. Pilih warna yang sesuai selera umum. Rata-rata penyewa rumah malas mengganti warna rumah yang akan mereka kontrak.

3.      Sesuaikan lokasi properti dengan calon penyewa
Jika Anda menargetkan mahasiswa sebagai penyewa, pastikan lokasi rumah Anda mudah diakses transportasi umum. Jika target Anda keluarga, pasti ada sekolah di dekatnya. Hal ini bisa diketahui dengan meneliti daerah tersebut dan mencoba memahami orang yang tinggal di sana dan layanan yang dibutuhkan.

4.      Melihat properti sebagai sebuah bisnis
Menurut penulis dan pembeli agen Patrick Bright, investor harus mengevaluasi properti mereka setiap enam bulan dan mengajukan pertanyaan, seperti, apakah perlu investasi tambahan untuk merenovasi dan memperbaiki rumah? Apakah Anda masih mendapatkan keuntungan? Apakah ini merupakan investasi dengan pengembalian terbaik?

5.      Miliki rencana jangka panjang
Untuk pembeli rumah pribadi, kebanyakan tidak memiliki rencana jangka panjang atas rumah sendiri. Namun para investor tidak boleh melakukan hal ini. Mereka harus memikirkan rencana sebelum membeli properti dan menulis rencana itu.