Pebulutangkis Indonesia Akhirnya Didiskualifikasi

Pebulutangkis Indonesia Akhirnya Didiskualifikasi – Akibat tidak bermain secara serius di pertandingan group, pembulutangkis Indonesia di nomor ganda putrid yaitu Meiliana dan Greysia akhirnya didiskualifikasi.

Tidak hanya dari Indonesia, pasangan dari Cina dan korea Selatan juga terkena diskualifikasi. Mereka Wang Xiaoli/Yu Yang asal China, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung dari Korea Selatan.

Pembulutangkis Indonesia Akhirnya Didiskualifikasi


Pembulutangkis Indonesia Akhirnya Didiskualifikasi

Sebelum hukuman tersebut, keempat pasangan itu lolos dari Grup A dan Grup C yang mereka huni. Namun, hukuman bukan saja membuat mereka batal tampil di perempatfinal tetapi juga dicoret dari Olimpiade 2012.

Sempat mengajukan banding atas hukuman kepada Meiliana Jauhari/Greysia Polii, tim bulutangkis Indonesia akhirnya mencabut banding itu dan menerima sanksi diskualifikasi. Sementara itu banding Korea Selatan ditolak.

Hukuman yang dijatuhkan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sendiri sudah menuai reaksi positif dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). "Kami memberikan aplaus buat BWF yang sudah mengambil tindakan dengan cepat dan tepat. Perilaku seperti itu tidak sejalan dengan nilai-nilai Olimpiade," kata Emmanuelle Moreau selaku manajer komunikasi IOC.

Masalah format turnamen

Peraih medali perak ganda putri di Olimpiade 2004, Gail Emms menilai kontroversial di cabang bulutangkis nomor ganda putri di Olimpiade 2012 bukan kesalahan dari para atletnya, melainkankarena adanya celah dalam format pertandingan saat ini. Sudah begitu, BWF pun disebut kurang tanggap.

Menurut Emms, hal itu tidak lepas dari pemberlakuan sistem round robin alias grup di fase awal, alih-alih langsung menggunakan sistem knock-out seperti sebelumnya.

"Segera setelah saya mendengar mengenai fase grup enam atau tujuh bulan lalu, saya langsung berpikir, 'Ini akan membuat banyak orang berusaha mengakali skenarionya.' Saya tahu itu bisa terjadi," katanya di Guardian.

"Saya tidak menyalahkan para pemain. Sistemnya memang begitu. Pihak penyelenggara membiarkannya terjadi dalam satu partai dan kemudian bergulirlah terus, mereka tidak bisa melakukan apa-apa di partai berikutnya. Dan kini kita berada di situasi yang buruk ini."

"Ini tidak adil untuk semua pemain. Mereka cuma menginginkan medali untuk negaranya. Itu adalah taktik. Ini mengapa mestinya langsung digunakan sistem knockout," papar Emms.