13 Cara Agar Terhindar Dari Diabetes

13 Cara Agar Terhindar Dari Diabetes – Diabetes merupakan salah satu penyakit yang rentan muncul sekarang ini seiring dengan gaya hidup yang tidak sehat. Tercatat pada tahun 2007 hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan sekitar 12 juta penduduk Indonesia terkena diabetes.

Meskipun begitu anda bisa mencegah resiko dari penyakit ini secara dini, yaitu dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Dengan begitu anda tidak perlu melakukan ritual ritual yang wajib dilakukan para penderita diabetes.

13 Cara Agar Terhindar Dari Diabetes

Berikut 13 Cara Agar Terhindar Dari Diabetes

1.      Olahraga teratur
Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin sehingga membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Dengan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien sampai 70 jam setelahnya.

Berolahraga 3-4 kali seminggu selama 20 - 40 menit akan sangat bermanfaat menangkal diabetes. Selain itu, olahraga seperti aerobik dan fitness juga dapat menjaga berat badan tetap ideal.

2.      Menjaga berat badan agar tetap ideal
Sebagian besar penderita diabetes mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan dan lemak tubuh ternyata dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

3.      Jangan sampai makan berlebih (overnutrisi)
Nutrisi yang berlebihan merupakan faktor risiko utama yang dapat menyebabkan diabetes. Semakin banyak kelebihan nutrisi, semakin besar kemungkinan terserang diabetes. Seimbangkan asupan makanan dengan memperbanyak makan buah dan sayuran.

4.      Hindari stres
Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres kortisol. Hormon ini meningkatkan detak jantung serta mengirim glukosa ke dalam darah untuk diubah menjadi energi bagi otot. Yang paling penting, stres akan membuat orang jadi makan banyak. Ujung-ujungnya, dapat menyebabkan kegemukan yang berisiko diabetes.

5.      Cukup istirahat dan tidur
Istirahat dan tidur yang cukup pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mendetoksifikasi tubuh. Selain itu, istirahat yang cukup juga ampuh meredakan stres.

6.      Hindari polusi
Polusi udara banyak mengandung radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Adanya radikal bebas ini dapat memperburuk fungsi sel, serta memicu diabetes dan kerusakan pembuluh darah. Sebuah penelitian menemukan bahwa polusi dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan kadar lemak di perut dan organ internal.

7.      Lakukan pemeriksaan kesehatan
Usia muda sekitar 25 tahun biasanya merupakan masa-masa mulai berkembangnya diabetes atau prediabetes. Oleh karena itu, kadar gula darah perlu diperiksa sebulan sekali, terutama bagi orang-orang yang berisiko dan memiliki riwayat keluarga pengidap diabetes.

8.      Tambahkan cuka ke dalam makanan
Tambahkan sedikit cuka ke dalam salad yang Anda makan. Cuka mengandung asam asetat, yang dapat menonaktifkan enzim pengolahnya sehingga memperlambat pencernaan karbohidrat. Bahkan, efek cuka mungkin mirip dengan obat penurun kadar gula dalam darah, Acarbose.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Arizona State University, orang dengan diabetes tipe 2 atau resistensi insulin dapat menurunkan tingkat gula darah dengan mengonsumsi 2 sendok makan cuka sebelum makan makanan yang tinggi karbohidrat.

9.      Mengonsumsi sereal gandum utuh
Sereal yang terbuat dari gandum utuh merupakan sumber terbaik biji-bijian yang dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit kanker payudara, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Tetapi, hindari memilih sereal yang menggunakan istilah-istilah seperti dekstrosa, fruktosa, maltosa, molase, gula, dan sukrosa pada kemasannya. Istilah tersebut menandakan bahwa sereal tersebut mengandung pemanis buatan.

10.  Minum kopi
Para peneliti di Harvard School of Public Health melakukan penelitian terhadap 126.210 pria dan wanita dan menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan minum kopi, memiliki risiko yang rendah terhadap diabetes.

Menurut peneliti, kafein dalam kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta mengandung kalium, magnesium, dan antioksidan yang membantu sel menyerap gula dalam darah.

11.  Hindari makan makanan cepat saji
Sebuah studi di University of Minnesota melakukan penelitian selama 15 tahun terhadap 3.000 orang dengan usia 18 sampai 30 tahun. Orang yang gemar makan makanan cepat saji lebih terancam mengalami obesitas dan mengembangkan tingkat resistensi insulin hingga 2 kali lipat.

Selain itu, banyak makanan cepat saji yang sarat akan lemak trans yang tidak sehat dan karbohidrat olahan. Hal tersebut dapat membuat berat badan Anda tidak stabil dan meningkatkan risiko diabetes.

12.  Kurangi konsumsi daging merah
Orang yang makan daging merah setidaknya 5 kali dalam seminggu memiliki risiko diabetes tipe 2 hingga 29 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang makan daging merah kurang dari jumlah tersebut.

Para ilmuwan menduga kolesterol dalam daging merah dan zat aditif dalam daging olahan dapat meningkatkan risiko tersebut. Kurangi makan daging merah dan perbanyak makan sayuran hijau yang lebih sehat.

13.  Konsumsi kayu manis
Menurut penelitian di Jerman, kayu manis dapat membantu mengendalikan gula darah tinggi. Peneliti melakukan penelitian terhadap 65 orang dewasa yang memiliki diabetes tipe 2. Peserta diminta untuk mengambil kapsul yang mengandung 1 gram bubuk kayu manis atau mengambil plasebo.

Kedua obat tersebut harus diminum sebanyak 3 kali sehari selama 4 bulan. Orang yang mengonsumsi kayu manis berhasil mengurangi kadar gula dalam darahnya hingga 10 persen sedangkan yang mengambil plasebo hanya menurunkan sekitar 4 persen.

Senyawa dalam kayu manis dapat mengaktifkan enzim yang merangsang reseptor insulin. Penggunaan kayu manis sebagai bumbu masakan juga telah terbukti membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida yang dapat menyebabkan risiko diabetes.