15 Tips Negosiasi Gaji Agar Efektif

15 Tips Negosiasi Gaji Agar Efektif – Mendapatkan gaji tinggi merupakan impian semua karyawan. Tidak hanya gaji tinggi, mendapatkan peningkatan gaji tiap tahun (Baca: 5 Tips Efektif Agar Gaji Naik) juga menjadi keinginan semua pegawai. Namun hal tersebut tentu tidak mudah, semua tergantung keahlian yang anda punya dan kondisi perusahaan itu sendiri.

Jika anda sudah mempunyai “sesuatu” yang sangat berarti untuk perusahaan, anda tinggal melakukan negosiasi gaji ke perusahaan. Agar berjalan lancar, ada baiknya anda membaca Tips Agar Negosiasi Gaji Efektif dibawah ini.

Namun sebelumnya, anda perlu tahu juga tentang negosiasi gaji dari sudut pandang perusahaan.

- Tingkat pekerjaan dalam organisasi Anda,
- Kelangkaan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk pekerjaan di pasar kerja,
- Kemajuan karir dan pengalaman individu yang dipilih,
- Nilai pasar wajar untuk pekerjaan Anda mengisi
- Kisaran gaji untuk pekerjaan dalam organisasi Anda
- Kisaran gaji untuk pekerjaan di wilayah geografis Anda,
- Kondisi ekonomi yang ada dalam pasar kerja Anda,
- Kondisi ekonomi yang ada dalam industri Anda, dan
- Faktor-perusahaan tertentu yang mungkin mempengaruhi gaji yang diberikan seperti pekerjaan perbandingan, budaya Anda, filsafat membayar Anda, dan praktik promosi Anda.

Berikut Tips Negosiasi Gaji  Agar Efektif

Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji (Baca: Standar Gaji di Indonesiauntuk Berbagai Posisi).

Jangan menegosiasikan gaji lewat telepon
Ini adalah suatu kebodohan. Selain tidak profesional, menegosiasikan gaji lewat telpon juga terkesan sangat tidak sopan. Maka, jika pihak perusahaan menghubungi Anda lewat telepon untuk membicarakan gaji, tolaklah. Katakan bahwa Anda akan datang secara langsung untuk membicarakannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi di telepon.

Mengetahui ‘nilai jual’ diri sendiri
Asal menentukan gaji tanpa mengetahi bagaimana kualitas Anda sesungguhnya merupakan kesalahan besar. Kalau kualitas Anda biasa-biasa saja tetapi Anda menetapkan gaji yang besar, tentu tidak pas. Begitu pula sebaliknya. Agar Anda tidak salah ‘memasang harga’, ketahuilah kualitas dan kemampuan Anda.

Menyusun target gaji
Ketika akan membuat target gaji, jangan lupa tentang bonus dan benefit jangka panjang yang akan hilang karena Anda meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Contohnya: bonus akhir tahun, komisi penjualan yang dibayarkan per tahun, Stock option apabila ada, dan tunjangan pension. Setelah menganalisa semua temuan di atas, buatlah target kompensasi Anda dalam tiga kategori:
1. Angka “Realitas”: angka terendah yang akan Anda terima, jumlah yang mencukupi untuk membayar tagihan-tagihan dan membuat Anda nyaman bekerja dan memiliki tabungan jangka panjang.
2. Angka “Nyaman” : jumlah yang akan Anda terima dan merasa bahwa Anda telah dihargai cukup, angka yang masuk akal.
3. Angka “Impian” : gaji ideal atau tingkat kompensasi seorang dengan kinerja terbaik (top performer) dalam posisi yang Anda incar tersebut.

Tampilkan image profesional sesuai gaji
Dengan angka besaran gaji yang Anda sebutkan, Anda juga harus tampil cerdas dan profesional. Penampilan yang seadanya serta pembicaraan yang tidak berbobot tentu meragukan pihak pemberi kerja untuk memberi gaji yang besar pada Anda.

Market Yourself
Menekankan alasan Anda kenapa anda pantas mendapatkan tawaran itu. Persiapkan dokumen keterampilan dan prestasi anda, dan bersiaplah untuk berbicara dengan mereka.

Jangan pernah membicarakan gaji sampai Anda memiliki tawaran pekerjaan
Jika ditekan oleh pewawancara, katakan secara fleksibel kepada mereka dan Anda akan senang untuk membicarakan gaji ketika Anda mempelajari lebih lanjut tentang pekerjaan. Atau anda bisa mengatakan “Saya melamar untuk posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda. Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua “yakin” bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini.”

Biarkan pewancara yang lebih dulu menyebutkan angka gaji
Jangan menjadi orang pertama yang menyebutkan gaji selama wawancara. Biarkan pewancara yang lebih dulu menyebutkan angka gaji

Ketika ditanya mengenai gaji yang diinginkan,
Respon yang terbaik adalah mengembalikannya lagi ke pewancara dengan mengatakan “Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk kualifikasikandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah standar gaji diperusahaan ini ?”.atau."Saya sedang memikirkan gaji dalam kisaran sekian sampai dengan sekian."

Jangan mengungkapkan gaji terakhir
Anda harus berbicara rentang gaji sebelumnya tetapi tidak menjelaskan angkanya secara detail. Sebab perusahaan akan menilai tingkat keterampilan Anda dari nilai gaji terdahulu. Jadi lebih baik menahan diri menyebut angka.

Hindari kata “saya meminta”
Pada saat bernegoisasi, jangan katakan, “Saya meminta …”. Yang terbaik anda harus
mengatakan, “Saya mengharapkan..,”.

Buat situasi negosiasi gaji menjadi bersahabat
Jadilah bersahabat ketika negosiasi gaji. anda harus membuat pewancara merasa bahwa anda sedang berada di sisi yang sama dan bekerja sama untuk mencari sebuah paket yang akan memenuhi kebutuhan setiap orang.

Pastikan seluruh kompensasi yang ditawarkan, bukan hanya gaji
Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi seperti asuransi jiwa, kesehatan, lembur, transportasi dan lainnya. Pastikan anda mengetahui semua hal tersebut.

Jangan cepat cepat katakan ya
Jika Anda merasa gaji tidak cukup, anda bisa mengungkapkan kekhawatiran anda kepada si pewancara dan meminta waktu 24 jam untuk mempertimbangkan tawaran tersebut.

Buatlah secara tertulis
Setelah Anda telah menerima tawaran pekerjaan dan tingkat gaji yang sesuai dengan harapan anda. Pastikan untuk mendapatkannya secara tertulis.

Itu merupakan Tips Negosiasi Gaji Agar Efektif saat pertama masuk disebuah perusahaan, lalu bagaimana jika anda sudah menjadi karyawan dan ingin bernegoisasi tentang kenaikan gaji ?

Bagi anda yang ingin negosiasi gaji dengan atasan, anda perlu mengingat 3 hal penting yaitu waktu, tempat dan cara negosiasi gaji.

Mintalah kepada atasan untuk melakukan negosiasi secara tatap muka. Tulis email atau memo kepada atasan mengenai hal ini. Jangan kemukakan terlebih dahulu alasan pertemuan tersebut. Berikan alasan umum aja seperti Anda ingin menerima masukan darinya mengenai performance Anda. Atasan cenderung mencari cara untuk menolak pertemuan dengan bawahan yang ingin meminta kenaikan gaji.

Diskusi yang dilakukan secara tatap muka akan menghindarkan terjadinya salah tafsir akibat bahasa tulis, selain itu Anda bisa melakukan upaya persuasi. Jika semua usaha sudah dilakukan sebaik-baiknya tapi Anda masih tidak mendapatkan apa yang diinginkan, tanyakan baik-baik alasannya.

Pertimbangkan secara hati-hati alasan yang dikemukakan. Jika alasan mereka adalah ketidakadanya dana ataupun waktu yang kurang tepat, cobalah untuk meminta komitmen bahwa permintaan Anda akan dikabulkan secepatnya bilamana kondisi perusahaan memungkinkan.

Jika perusahaan tidak dapat memberikan alasan yang pasti dan masuk akal bagi Anda mengenai penolakan mereka, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan perusahaan Anda tidak menghargai Anda sebaik Anda menghargai diri Anda sendiri. Kadangkala hal ini terjadi dan mungkin inilah saat yang tepat bagi Anda untuk melangkah ke tempat lain