9 Tips Agar Cepat Hamil

9 Tips Agar Cepat Hamil – Memiliki keturunan merupakan impian semua pasangan yang sudah menikah, namun zaman sekarang dimana pola hidup sehat sudah ditinggalkan dan polusi udara yang merajalela, membuat keinginan untuk memiliki keturunan sulit terwujud.

Masalah ini sering kali membuat pasangan suami istri menjadi takut, cemas dan frustasi, bahkan hubungan keduanya sampai menjadi tidak harmonis lagi. Berikut ini beberapa tips untuk anda yang sedang merencanakan kehamilan.

Berikut 9 Tips Agar Cepat Hamil

1.      Berdoa sebelum berhubungan
Masalah kehamilan adalah 100% kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan tidak ada apapun di bumi ini yang bisa menentukan kehamilan selain Tuhan. Oleh karena itu anda dan pasangan harus sungguh-sungguh berdoa bahwa memang menginginkan anak.

2.      Merencanakan Waktu Berhubungan Anda
Salah satu cara terpenting untuk cepat hamil adalah dengan merencanakan waktu untuk berhubungan Anda dengan pasangan. Sperma dapat hidup selama maksimal lima hari di dalam rahim, karena itu untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan, lakukan hubungan dua hari sebelum masa ovulasi atau keluarnya sel telur.

3.      Mengetahui Basal Body Temperature (BBT)
Biasakan untuk mencatat suhu pertama setiap pagi dan mencari tahu perubahannya, banyak perempuan yang memiliki BBT sedikit menukik sekitar satu-dua hari sebelum ovulasi, hal ini menandakan bahwa masa ovulasi sudah dekat dan dapat meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Dengan begitu bisa melihat kapan masa ovulasi, jika hari pertama ovulasi belum hamil masih ada kemungkinan akan hamil satu atau dua hari berikutnya.

4.      Kontrol Berat Tubuh Anda
Berat badan yang normal atau seimbang memiliki andil besar meningkatkan kesempatan untuk terjadinya kehamilan. Tidak jarang Anda temui sebagian besar pasangan yang memiliki masalah dengan berat badannya, di mana umumnya juga akan bermasalah dengan kehamilannya. Kelebihan berat badan akan membawa pengaruh yang kurang baik bagi tingkat kesuburan Anda. Usahakanlah untuk mencapat berat tubuh yang ideal terlebih dahulu. Sebaliknya, terlalu kurus juga membawa pengaruh negatif yang sama.

5.      Periksa Kesehatan Fisik Pasangan
Pasangan, baik suami atau istri, sebaiknya memeriksakan kesehatan fisik sebelum memutuskan untuk menjalani program kehamilan. Pastikan kedua belah pihak tidak memiliki penyakit menular seksual, infeksi pada daerah kelamin dan reproduksi, atau kondisi lain yang menghalangi kesempatan untuk hamil. Bila Anda telah menikah beberapa tahun dan tak kunjung hamil, minta dokter melakukan pemeriksaan lengkap mengenai penyebabnya.

6.      Memeriksa Lendir Mulut Rahim atau Cervical Mucous (CM)
Pada hari pertama setelah periode haid CM akan cenderung kering dan rapuh, jika masa ovulasi akan datang CM menjadi lebih lengket dan basah yang menandakan awal masa subur. CM yang terasa seperti putih teluh mentah, menandakan ovulasi yang sangat dekat bisa terjadi dalam waktu beberapa jam saja, dan ini merupakan waktu yang paling subur.

7.      Kenali Masa Subur
Anda dan pasangan boleh saja sering berhubungan seks, namun jika tidak teliti, telur yang sudah matang dan siap dibuahi bisa terlewati. Inilah pentingnya mengetahui masa subur.

Rumus masa subur:
Masa ovulasi = (Siklus Haid – 16 + Tanggal Hari Pertama Haid Terakhir)
Masa subur = (Masa ovulasi – 2) sampai (Masa ovulasi + 2)

Contoh:
- Tanggal Hari Pertama setelah Haid Terakhir = 9 Juni 2008
- Siklus Haid = 30 hari
- Masa ovulasi = (30 – 16 + 9) = 23
- Masa subur = (23 – 2) sampai (23 + 2) = 21 Juni sampai 25 Juni

Bila siklus haidnya tidak teratur, maka bisa dicoba dengan mengukur suhu badan setiap hari Cara mengenalinya dengan mengukur temperature tubuh wanita saat bangun tidur yang disebut BBT. Hal itu menjadi salah satu indicator ovulasi, yakni jika BBT wanita naik satu setengah derajat.

Teknologi juga membantu cara pengukuran temperature ini, melalui alat prediksi ovulasi atau OPK (ovulation predictor kit). Alat ini bisa mendeteksi perubahan hormone sehari atau dua hari sebelum ovulasi.

8.      Hubungan Seks Sebelum Ovulasi
Lakukan hubungan seks sebelum ovulasi, sperma bisa berkembang di uterus dan di tuba falopi selama dua hingga tiga hari. Tetapi telur hanya bisa bertahan 12 jam hingga sehari setelah dilepaskan. Berhubungan seks sebelum ovulasi memperbesar kesempatan bertemunya sperma dengan ovulasi.

9.      Konsumsi makanan
Selain konsumsi makanan yang baik, suami istri bisa mengkonsumsi vitamin E atau madu. Karena vitamin sifatnya anti-oksidan yang menjaga stamina tubuh kita sehingga diharapkan organ reproduksi kita juga ikut sehat.

Soal makanan, anda bisa baca:

Itu merupakan beberapa tips agar cepat hamil. Untuk lengkapnya anda bisa kunjungi