Hal yang Sebaiknya Dilakukan dan Dihindari Setelah Makan

Hal yang Sebaiknya Dilakukan dan Dihindari Setelah Makan – Kebanyakan dari kita yang tidak terlalu memperhatikan hal hal apa saja yang dilakukan setelah makan. Padahal itu sangat penting untuk tubuh kita terutama untuk kesehatan pencernaan, Berikut ini akan dishare hal hal apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari setelah makan.

Berikut Hal yang sebaiknya dilakukan setelah makan

Istirahat sebentar
Setelah makan berat, Anda harus beristirahat sebentar sebelum melanjutkan aktivitas lainnya. Hal ini membantu fungsi sistem pencernaan agar bekerja dengan tepat.

Anda harus menyadari perasaan lelah setelah makan berat. Saat makan berat, otak mengalihkan energi ke pencernaan. Sel darah merah dikirim dari otak untuk menghancurkan partikel makan dan menyerap nutrisinya. Inilah sebabnya, disarankan untuk duduk beberapa menit, tapi jangan sampai tertidur. Istirahat maksimum 15-20 menit untuk menghindari timbunan lemak.

Berjalan
Jalan-jalan setelah makan sebenarnya tidak buruk sama sekali. Sebaliknya, waktu luang setelah makan dengan berjalan malahan membantu dalam pencernaan makanan, mengontrol berat badan, dan sangat baik untuk orang yang sering menghadapi masalah pencernaan atau perut kembung. Tapi berjalan-jalan langsung setelah makan akan membuat sulit bagi sistem pencernaan untuk menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Sebaiknya, tunggulah dulu setidaknya 30 menit hingga satu jam setelah makan, kemudian jalan-jalanlah.

Minum teh hijau
Setelah makan berat, Anda harus makan atau minum sesuatu yang memudahkan proses pencernaan. Untuk mencerna makanan dengan mudah, minum teh hijau setelah makan dapat mengurangi rasa perut begah (perut terasa penuh karena terlalu kenyang).

Teh hijau adalah minuman herbal yang meningkatkan kerja sistem pencernaan. Teh herbal lain seperti chamomile, jahe, peppermint atau daun mint juga efektif untuk mempromosikan kerja pencernaan. Selain itu, teh-teh herbal ini juga membersihkan racun dari tubuh.

Minum air hangat
Air panas atau hangat dianggap sebagai minuman yang efektif untuk menurunkan berat badan. Jika Anda sedang diet tetapi harus makan berat, minumlah air hangat setelahnya tapi jangan langsung setelah makan. Istirahatkan perut sekitar 25-30 menit dan kemudian baru minum

Jus Lemon
Anda bisa menambahn jus lemon pada menu makan anda. Jus lemon dapat meningkatkan kerja pencernaan. Asam dalam jus lemon membantu membakar timbunan lemak, mencegah masalah lambung dan juga meningkatkan kecepatan pencernaan.

Berikut Hal yang sebaiknya dihindari setelah makan

Minum air dingin
Tidak ada ahli gizi yang menganjurkan untuk minum es setelah makan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh makanan yang tidak dapat dicerna akibat bertemu dan menggumpalnya sari makanan dengan air es. Sebaiknya ganti kebiasaan minum es setelah makan dengan minum air hangat. Selain menyegarkan, minum air hangat dapat membantu penyerapan sari-sari makanan lebih baik.

Makan buah-buahan
Lambung membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam untuk melakukan penyerapan sari-sari makanan. Jika lambung yang belum sempurna menyerap kembali terisi oleh buah-buahan, maka proses pennyerapan ini akan terganggu. Terganggunya proses penyerapan ini dikarenakan oleh udara yang ikut masuk dalam lambung. Jika berkelanjutan, maka akan menimbulkan gejala perut kembung dan diare.

Merokok
Pada dasarnya, merokok tidak baik bagi kesehatan. Namun, ternyata merokok setelah makan mempunyai bahaya sepuluh kali lipat lebih berbahaya dibandingkan sehari-harinya. Hal ini disebabkan oleh peredaran darah yang meningkat

Mandi
Suhu tubuh setelah makan mengalami penurunan. Namun, jika diteruskan dengan mandi sesaat setelah makan, maka kondisi suhu tubuh akan naik. Hal ini akan menyebabkan volume aliran darah pada saluran usus dan lambung akan berkurang yang berakibat membuat fungsi lambung akan melemah dan menyebabkan sistem pencernaan menjadai kacau.

Tidur
Banyak orang mengaku bahwa setelah makan biasanya mengantuk. Namun, jangan ada baiknya Anda tidak menuruti rasa kantuk karena jika Anda menurutinya dan tertidur maka makanan yang baru saja masuk tidak dapat dicerna dengan baik. Sehingga mengakibatkan kembung dan terjadi peradangan.

Melonggarkan ikat pinggang
Meski seringkali kita merasa nyaman, namun melonggarkan ikat pinggang justru memperburuk keadaan lambung dan berakibat pada turunnya lambung akibat tekanan dalam perut yang diturunkan. Selain itu, melonggarkan ikat pinggang setelah makan juga dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

Minum teh
Minum teh setelah makan dapat mengganggu penyerapan zat besi non-heme (ditemukan pada tumbuhan sebagai lawan dari zat besi heme yang ditemukan dalam daging) yang dikonsumsi dalam makanan. Teh mengandung zat tanin yang dapat mengikat mineral zat besi sehingga daya serap sel darah merah terhadap zat besi menurun. Jika minum teh terlalu dekat dengan waktu makan secara terus-menerus, maka penyerapan zat besi dalam darah akan terganggu. Akibatnya, kita jadi makin mudah terkena anemia. Sebaiknya, minumlah teh kurang lebih dua jam sebelum atau sesudah makan. Juga, jangan mengonsumsi teh terlalu kental atau jumlahnya berlebihan. Karena, teh mengandung kafein yang memiliki sifat diuretik, yang bisa menyebabkan dehidrasi.

Minum kopi
Kopi memiliki kandungan zat yang hampir sama dengan teh, sehingga efek yang ditimbulkannya pun hampir sama. Namun, penurunan daya serat zat besi akibat minum kopi tidaklah sebesar teh. Disarankan, untuk mengonsumsi kurang lebih 2 jam sebelum atau setelah makan. Jangan menambahkan terlalu banyak gula dan sebaiknya dibuat encer saja. Efek diuretik juga ditemukan dalam kopi, jika dikonsumsi terlalu banyak dapat mengakibatkan dehidrasi.

Makan asinan
Makan asinan buah atau asinan sayur memang tidak dilarang. Namun, asam yang terkandung dalam asinan dapat memperbesar risiko peradangan lambung yang diakibatkan oleh teriritasinya dinding lambung. Sebaiknya, mengonsumsi asinan ini sesaat setelah perut terisi. Sehingga saat zat asam masuk ke dalam tubuh, lambung sudah terlindung oleh makanan.

Makanan manis
Mengonsumsi makanan manis, misalnya manisan, dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat. Glukosanya memberikan efek mengenyangkan secara cepat, namun akan mudah merasa lapar kembali. Jika mengonsumsi makanan manis sebelum makan memang akan membuat merasa lebih cepat lapar, dan akhirnya mengonsumsi makanan lebih banyak lagi. Sebaiknya, mengonsumsi makanan manis setelah hidangan utama. Pilihlah makanan manis yang mengandung serat, agar kenaikan dan penurunan kadar gula dalam darah bisa lebih stabil. Juga ingat, jangan terlalu berlebihan