Peluang Bisnis Daging Kelinci

Peluang Bisnis Daging Kelinci – Untuk sekian kali, Menteri Pertanian Suswono ingin menggalakkan daging kelinci. Hal ini dikarenakan harga daging sapi yang sulit turun, terutama di daerah Jabodetabek. Saat ini harga daging sapi berkisar Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.

“Ini krusial (masalah daging sapi) hanya di Jabodetabek yang lain tidak ada masalah. Ini kita akan galakkan kelinci," ungkap Menteri Pertanian Suswono usai acara APEC Senior Official Meeting 1 di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Sebenarnya, permintaan daging kelinci di Indonesia terbilang cukup tinggi. Namun sayangnya pasokan dan suplainya masih minim. Ini tentu bisa dijadikan peluang bisnis bagi anda yang berminat.

Ketua Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo) Yono C. Raharjo mengatakan menjelaskan kenapa masih sedikit orang memilih beternak kelinci. Menurutnya, bisnis ternak kelinci unik dan berbeda dengan bisnis ternak lainnya seperti sapi, kambing, atau unggas.

"Kalau orang mencari daging kelinci (pasokan) 20 kg secara berkelanjutan pasti nggak ada yang suplai. Kalau permintaan ada, suplai tidak ada. Kadang ada yang punya suplai bingung jualnya," katanya.

Karena itu untuk solusinya, Yono mengatakan akan dibuat kampung atau komunitas industri kelinci di Indonesia agar bisa memudahkan penjualan dan pengembangan kelinci di Indonesia.

Jika masyarakat ingin memulai beternak kelinci, sebaiknya dilakukan secara berkelompok agar proses pemeliharaan dan pemasaran produk ternak kelinci bisa dikelola dengan baik. Dan yang lebih penting adalah tahu mana kelinci hias mana kelinci pedaging.

Menurutnya, untuk investasi awal masyarakat bisa berinvetasi kira-kira sebesar Rp 10 juta. Namun dalam kurun waktu setahun masyarakat telah bisa memperoleh pengembalian investasi.

Perhitungan bisnis daging kelinci

Yono menjelaskan, dalam setahun seekor induk kelinci mampu menghasilkan paling tidak 40 kg bobot hidup pada pola tradisional dan 120 kg pada pola intensif.

"Biasanya ditingkat intensif mengawinkan 7 sampai 8 kali per tahun untuk satu induk kelinci. Kemudian jumlah anak-anak kelincinya terseleksi 8 sampai 10 ekor yang bisa dipananen. Jadi 7 kali 8 sama dengan 56 ekor/tahun," imbuhnya.

Pada pola intensif seekor kelinci bisa dipanen pada umur 80 hari dengan bobot 2,5 kg/ekor. Sehingga menurutnya, dari satu induk anak kelinci saja bisa menghasilkan daging sekitar 120 kg/tahun.

"Kalau 56 ekor kali 2,5 kg, umur potong potong 80 hari. Jadi 1 induk kelinci bisa menghasilkan sekitar 120 kilo/tahun," sanggahnya

Menurutnya, dengan investasi yang sama dengan sapi. Ternyata kelinci bisa menghasilkan daging per tahunnya jauh lebih besar daripada ternak sapi yaitu mencapai kira-kira 24 kali lebih banyak daripada sapi.

"Bila disetarakan bahwa 1 sapi bernilai Rp 10 juta, induk kelinci Rp 300 ribu (1 sapi = 30 kelinci), maka dalam 1 tahun 1 sapi menghasilkan 200 kg bobot hidup, sedangkan 30 induk kelinci akan menghasilkan 1.200 sampai 4.800 kg," sambungnya.

Selain bisnis di dagingnya, para peternak kelinci juga bisa memproleh pendapatan tambahan dari produk lainnya seperti bulu dan kotorannya. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis daging kelinci ada baiknya anda survey bisnis lain yang terintegrasi dengan bisnis ternak kelinci seperti sayuran/bunga, cinderamata, mantel, syal, dan pupuk dari kotoran.