PP Tembakau Sudah Disahkan, Ini Dia Aturannya



PP Tembakau Sudah Disahkan, Ini Dia Aturannya – Hari ini PP Tembakau sudah disahkan. PP dengan No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan sebenanrnya sudah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Desember 2012. Namun Sekterariat Negara baru mempublikasikan PP tersebut pada 8 Januari 2013.

Keluarnya PP tembakau ini merupakan kabar gembira untuk para pegiat anti tembakau. Perjuangan mereka selama bertahun tahun akhirnya terbayar. Seperti kita tahu Konsumsi rokok di Indonesia khususnya di kalangan rumah tangga berpenghasilan rendah memang memprihatinkan. Data yang dirilis Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menunjukkan anggaran beli rokok menempati urutan kedua setelah anggaran beli beras.

Padahal bagi keluarga miskin, pengeluaran untuk membeli rokok diperkirakan setara dengan 11 kali biaya membeli daging, 7 kali membeli buah-buahan, 6 kali membayar biaya pendidikan, 5 kali membeli susu dan telur dan 5 kali membayar biaya kesehatan.

Peraturan yang ada di PP Tembakau cangkupannya terbilang cukup luas. Namun begitu, setidaknya ada beberapa pertauran yang ada di PP Tembakau yang perlu kita perhatikan. Salah satunya di bawah ini.

Market Rokok
Nantinya rokok akan dilarang untuk dijual kepada anak berumur di bawah 18 tahun dan ibu hamil.

Iklan
Iklan rokok di media luar ruang tidak boleh melebihi ukuran 72 m2, tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok, tidak diletakkan di jalan utama atau protokol dan harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang.

Promosi
Istilah Mild, Light, Low Tar, Slim dan sejenisnya tidak boleh dipakai lagi. Sebuah istilah dikatakan 'menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif' jika maknanya memperdayakan atau cenderung bermaksud menciptakan kesan keliru tentang dampak kesehatan dari Produk Tembakau. Misalnya, seolah-olah bisa memberi manfaat untuk kesehatan.

Istilah 'Rokok Mild' misalnya, mengesankan bahwa racung yang terkandung dalam rokok tersebut hanya sedikit sehingga lebih aman dibanding rokok biasa. Padahal menurut penelitian, keyakinan ini justru membuat orang merokok lebih banyak karena merasa lebih aman.

Isi 20 batang ke atas
Produsen dilarang mengemas rokok putih dalam kemasan kurang dari 20 batang.

Selengkapnya mengenai PP Tembakau anda bisa download dibawah ini