9 Tips Membeli Tablet PC Murah



9 Tips Membeli Tablet PC Murah – Tablet PC kini sudah mewabah di semua golongan, hal ini membuat tablet PC murah bermunculan dimana mana. Memang tidak ada salahnya jika anda memilih tablet murah, toh spesifikasi yang ditawarkan cukup mumpuni. Namun ada baiknya jika anda lebih selektif dalam memilih tablet PC murah.

Sebelumnya sudah dishare tips dalam membeli tablet PC secara umum (Baca: Tips Membeli Tablet PC), nah sekarang akan lebih fokus ke tablet PC murah, apa saja yang harus anda perhatikan ?

Berikut Tips Membeli Tablet PC Murah

1.      Perhatikan merek prosesor
Perlu dicatat, meski ada tablet yang diluncurkan oleh vendor merek lokal, bukan berarti tablet itu dibuat sendiri oleh vendor yang bersangkutan, melainkan tablet tersebut dibuat oleh vendor lain (pihak ketiga). Jadi walau Anda jumpai tablet berharga ‘murah’ tapi mengusung prosesor dari Qualcomm, itu bisa menjadi poin yang positif untuk Anda hitung sebagai kekuatan.

Untuk menekan harga jual, biasanya vendor lokal mengurangi kualitas dari beberapa komponen atau fitur yang digunakan, semisal kualitas layar, kualitas kamera, kualitas casing yang digunakan, atau kualitas dari aksesoris pendukung seperti kabel data, charger, dan lain-lain. Namun bukan berarti kualitas Android lokal pasti jelek atau dibawah merk terkenal, karena kenyataannya banyak juga tablet atau hp lokal yang memiliki kualitas baik.

2.      Perhatikan versi OS yang ditawarkan
Umumnya tablet-tablet Android middle low yang dijual saat ini paling rendah mengusung versi 2.2 (Froyo). Pastikan bahwa versi yang Anda beli memang Froyo, dan jangan lupa untuk tanyakan ke pihak penjual, apakah versi Froyo di tablet tersebut dapat di upgrade ke 2.3 (Gingerbread). Vendor yang baik pastinya sudah mempersiapkan jalur/layanan upgrade. Ini bisa menjadi keunggulan tersendiri. Dengan upgrade ke Gingerbread, kinerja tablet akan bertambah lebih baik.

3.      Pantau penggunaan tablet
Ini yang paling penting. Silakan baca-baca dahulu berbagai review atau forum mengenai tablet yang Anda ingin beli. Kenalilah kelemahan produk tersebut.Misal apakah cepat panas, layar bagaimana, baterai tahan berapa lama, dukungan update os dsb.

4.      Perhatikan kecepatan prosesor
Prosesor adalah otaknya sebuah gadget, semakin tinggi prosesor, maka kinerjanya akan semakin cepat dan responsif terhadap aplikasi-aplikasi yang dijalankan. Pada tablet Android middle low, umumnya prosesor berada dikisaran 600 Mhz, 800 Mhz, atau paling tinggi 1 Ghz.

5.      Perhatikan kapasitas RAM (Random Access Memory)
Kapasitas RAM berhubungan dengan performa tablet Android secara langsung. Semakin besar RAM yang digunakan, maka akan semakin baik pula performa dari tablet, khususnya saat melakukan multi tasking atau membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Kapasitas RAM yang umumnya digunakan adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB dan 1 GB. Tablet yang menggunakan RAM sebesar 128 MB pada umumnya agak sedikit lambat bila digunakan untuk multi tasking,

6.      Tanyakan ke penjual
Tanyakan ke penjualnya secara detail kebutuhan yang ingin diwujudkan di tablet tersebut. Apakah sudah support atau belum. Mengenai storage eksternal, dapat ditambahkan sendiri dengan harga murah.

7.      Display
Saat ini banyak tablet generik asal China yang menawarkan fitur capacitive display yang serupa dengan tablet di pasaran pada layarnya. Ingat! Teknologi capacitive itu menjadi fondasi dasar sensitivitas layar ketika disentuh.  Jika setiap sentuhan dan sapuan jari direspon dengan lambat, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk membeli tablet tersebut.

8.      Purna Jual
Semurah apapun harganya, kamu tentu tidak ingin hal-hal buruk terjadi dengan tablet yang kamu beli di masa mendatang, bukan? Untuk menenangkan hati, sebaiknya pilih tablet yang memiliki jaringan purna jual yang bisa dipertanggungjawabkan. Diteliti pula sejauh mana vendor akan memberikan pergantian terhadap kerusakan tablet yang dibuatnya.

9.      Konektivitas
Demi memangkas harga jual, banyak tablet di pasaran meniadakan fitur koneksi 3G dan hanya mengandalkan WIFI. Bahkan, vendor sekelas Apple pun memberlakukannya di varian iPad. Hal ini dikembalikan lagi kepada kebutuhan kamu, apakah selamanya ingin bergantung kepada jaringan hotspot sekitar atau leluasa dengan jaringan 3G operator.