Profil dan Biodata Uje Ustad Jefry Al-Buchori

Profil dan Biodata Uje Ustad Jefry Al-Buchori - Ustad Jefry Al Buchori atau yang akrab disapa Uje telah meninggal dunia Jumat (26/4/2013) dini hari akibat kecelakaan motor. Kabar duka ini membuat sok tidak hanya keluarga Almarhum, tapi juga masyarakat yang sering mendengarkan dakwah Uje.

Sebelum kecelakaan, Ustad Jefry memang sedang dalam keadaan sakit. Uje sempat meminta adiknya, Fajar untuk menemaninya untuk sekadar jalan malam. Namun saat itu Uje meyakinkan Fajar dirinya dalam keadaan sehat dan bisa membawa motor.

Fajar pun akhirnya berpisah dengan Uje saat menuju jalan pulang. Namun tak disangka, sang kakak justru mengalami kecelakaan maut di bundaran Pondok Indah.

Berikut Profil dan Biodata Uje Ustad Jefry Al-Buchori

Biodata Ustad Jefry Al-Buchori

Nama : Jeffry Al Buchori
Nama sapaan : Uje
Lahir : Jakarta, 12 April 1973
Alamat : Kawasan Rempoa, Tangerang Selatan
Orang tua : H. Ismail dan Dra Hj. Tatu Mulyana
Istri : Pipik Dian Irawati
Anak : Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abdizar Al-Ghifari dan Ayla Azuhro
Pekerjaan : Penceramah, penyanyi, foto model dan pemain sinteron

Ustad Jefry Al-Buchory Uje Meninggal Dunia

Uje merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, dari kecil Uje sudah fasih dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini tidak lepas dari didikan orang tuanya yang baik. Kepandaiannya itu membawa Uje meraih prestasi saat masih duduk di bangku SD dengan menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) hingga tingkat provinsi.

Mengikuti jejak kakanya, Uje lalu melanjutkan pendidikannya di Pesantren Modern di Daar el Qolam Gintung, Balaraja Tangerang. Namun karena disiplinnya sistem pendidikan disana, membuat Uje tidak betah dan kerap membuat kenakalan. Uje hanya bertahan 4 tahun disana, kemudian pindah ke Madrasah Aliyah, setara SMU.

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, Uje melanjutkan pendidikannya di akademi broadcasting. Uje sempat bermain dalam beberapa sinetron seperti “Pendekar Halilintar” dan Sayap Patah”. Bahkan Uje sempat dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991.

Setelah itu karir akting Uje semakin menanjak, tawaran main sinteron sering datang kepadanya. Namun seiring itu, ia makin tenggelam ke dunia kelam hingga ia terjebak dalam narkoba.

Kehidupannya dengan narkoba, membuat karirnya hancur. Namanya dimasukkan ke daftar hitam dunia sinetron, tawaran sinteron yang sebelumnya melimpah tiba tiba lenyap tidak berbekas.

Beruntung Uje memiliki ibu yang penyabar. Doa tulus Hj. Tatu Mulyana, ibu dari Uje akhirnya membawa perubahan dalam diri Uje. Kesadaran Uje untuk bertobat muncul lewat suatu proses yang begitu mencekam.

Kemudian Umi, sebutan Uje untuk ibunya, mengajaknya umrah. Saat umrah, Uje tidak henti hentinya meneteskan air mata, memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang telah ia lakukan.

Setelah pulang dari umrah, proses Uje kembali ke jalan yang benar dimulai. Namun proses tersebut dijalaninya bukan tanpa rintangan. Uje terpaksa berurusan dengan polisi setelah apes membawa temannya yang mengantongi cimeng.

Beruntung, Uje mendapatkan pasangan yang setia memberikan support kepadanya. Adalah Pipik Dian Irawati seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang yang menjadi sandaran manis Uje, hingga ia mampu menjalani proses pertobatannya.

Di awal menikah, Pipik mengalami masa sulit yang cukup berat. Namun berkat  kesabaran dan besarnya rasa sayang Pipik terhadap Uje, membuat kehidupan keduanya perlahan tapi pasti berubah menjadi baik.

Uje melakukan ceramh pertamanya di tahun 2000, waktu itu Fathul Hayat, kakak kedua Uje, meminta Uje untuk menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua, karena saat itu Fathul diminta menjadi imam besar di Singapura.

Seiring waktu, ceramah Uje makin bisa diterima banyak orang. Walaupun tidak sedikit juga orang yang tidak mau mendengarkan ceramahnya karena masa lalunya. Namun berkat kesabaran Uje, masalah tersebut perlahan bisa teratasi.