Inilah 3 Penyebab LR Liberty Reserve Ditutup

Inilah 3 Penyebab LR Liberty Reserve Ditutup - Salah satu Payment Processor yang cukup banyak digunakan para netter, Liberty Reserve atau LR belum lama ini resmi ditutup oleh pemerintah AS melalui jaksa federal AS. Tidak hanya layanannya saja, pendirinya pun yaitu Arthur Budovsky, juga ditangkap.

Hal ini membuat banyak pengguna LR menjadi kecewa. Mereka tidak tahu bagaimana nasib uang yang ada di akun LR nantinya.

Liberty Reserve atau LR merupakan salah satu jenis Payment Processor yang sudah dikenal lama oleh para netter. Payment Processor ini digunakan untuk memfasilitasi aliran dana di dunia online. Ada jenis Payment Processor yang juga banyak digunakan seperti Paypal, Payza, Moneybooker dan lainnya.

Lalu apa penyebab Liberty Reserve di tutup ?

Arthur Budovsky, pendiri LR merupakan seorang warga negara Kosta Rika naturalisasi. Sebelumnya dirinya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Ketika sudah berganti kewarganegaraan, dirinya kemudian mendirikan Liberty Reserve (LR) sebagai salah satu jasa penyalur uang secara online. Adapun Kosta Rika dipilihnya sebagai basis karena tak memiliki peraturan yang ketat mengenai pengembangan layanan transaksi keuangan secara online.

Hal inilah yang dijadikan ajang untuk para pengguna LR dengan melakukan transaksi keuangan ilegal termasuk pencucian uang dari barang-barang haram. Terlebih lagi, ketentuan layanan LR yang tak mengharuskan pengguna menunjukkan identitas resminya juga ikut menyuburkan hal ini.

Berikut 3 Penyebab LR Liberty Reserve Ditutup

1.      Pelihara pencucian uang
Diperkirakan, ada uang sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 58,2 triliun yang berputar di aktivitas ilegal ini. Bahkan, yang lebih berbahaya lagi, uang hasil pencucian ini juga didapatkan dari aktivitas haram. Tercatat, uang tersebut hasil dari penjualan konten porno, pencurian, hingga perampokan online.

2.      Berbasis di Kosta Rika
LR berbasis di Kosta Rika. Padahal, negara ini tidak termasuk dalam Action Task Force on Money Laundering (FATF), gugus tugas yang dibentuk untuk memberantas tindakan pencucian uang di seluruh dunia.

Sebenarnya, hal ini sendiri memang bisa mengamankan LR dari hukum AS. Hanya saja, karena adanya pengguna mereka yang berada di AS, maka pemerintah negeri Paman Sam tersebut pun berani mengambil tindakan tegas.

3.      Jaga kerahasiaan pengguna
Dengan tak ikut menyertakan identitas asli pengguna, LR diduga memang turut berperan dalam menyuburkan tindakan pencucian uang. Dengan begitu, tak akan diketahui siapa saja yang telah menerima uang hasil pencucian ini. Hal ini tentunya menyulitkan tindakan penyelidikan.

Memang, seperti diketahui, pengguna LR tak harus menyertakan identitas resminya untuk memverifikasi akun LR mereka. Pengguna tetap bisa bertransaksi secara leluasa meskipun menggunakan nama anonim sekalipun.