Inilah Kategori Orang yang Sebaiknya Tidak Puasa

Inilah Kategori Orang yang Sebaiknya Tidak Puasa - Bulan Ramadhan 2013 tidak lama lagi akan datang (Baca: Awal Puasa Ramadhan 2013, Kapan ?), sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk melakukan puasa di bulan tersebut.

Namun ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memang diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa seperti musafir (orang dalam perjalanan), orang sakit, kakek dan nenek, wanita hamil dan menyusui.

Di dunia kesehatan ada stratifikasi resiko yang dipaki dokter untuk mengkategorikan sesorang apakah dianjurkan untuk berpuasa atau tidak. Dr Wismandari SpPD mengatakan kalau orang orang dengan resiko sangat tinggi sebaiknya jangan puasa.

"Nah, kalau pasien risiko ringan itu aman. Sama saja kayak orang yang tidak diabetes," tutup dr Wismandari.

Kategori Orang yang Sebaiknya Tidak Puasa

Berikut Kategori Orang yang Sebaiknya Tidak Puasa

Risiko sangat tinggi
1. Kehamilan
2. Diabetes tipe 1 (karena keturunan atau adanya kerusakan organ pankreas)
3. Pasien yang menjalani cuci darah
4. Pasien dengan gula darah drop berulang atau sering (hipoglikemia)
5. Ketoasidosis (tingginya keton dalam darah karena kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah) berulang. Kondisi ini bisa menyebabkan orang tak sadarkan diri.

Risiko tinggi
1. Orang dengan gangguan fungsi ginjal tapi tidak sampai cuci darah
2. Pasien diabetes yang tinggal sendirian, pemakai insulin atau sulfonilurea
3. Orang tua yang sakit-sakitan.

Risiko sedang
Pasien diabetes terkontrol pemakai sulfonilurea atau glinid

Risiko ringan
Pasien diabetes terkontrol dengan diet saja atau metformin atau TZD.

Khusus untuk penderita diabetes yang baru terdiagnosa dan pertama kali berpuasa, Dr Wismandari menyarankan agar melakukan pengkajian dan konseling pra Ramadhan. Sehingga dokter bisa melakukan pengkajian kontrol metabolik untuk mengetahui apakah gula darah pasien cukup baik untuk menjalani puasa.

Bagaimana dengan penderita maag ?

Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM menjelakan kalau sakit maag terbagi menjadi dua kategori yaitu dispepsia fungsional dan dispepsia organik.

Dispepsia fungsional terjadi jika penderitnya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan berarti di dalam lambung.

Orang yang memiliki sakit maag fungsional diperbolehkan untuk berpuasa, bahkan dianjurkan. Sebab dengan berpuasa, penyakit maag bisa membaik.

Sedangkan dispepsia organik terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus duabelas jari, GERD (Gastroesophageal reflux disease), polip atau kanker di kerongkongan, usus duabelas jari dan lambung. Orang yang menderita sakit maag kategori ini dianjurkan untuk tidak berpuasa. Terlebih jika memiliki tanda tanda sebagai berikut

1. Sakit maag pertama kali pada umur di atas 45 tahun. "Harus diwaspadai, jangan-jangan ada penyakit lain," imbuh Dr Ari.
2. Berat badan turun tiba-tiba
3. Anemia atau pucat
4. Muntah darah atau buang air besar hitam
5. Tidak bisa menelan.