Tips Cara Efektif Mengelola Uang THR

Tips Cara Efektif Mengelola Uang THR - Sesuai dengan aturan pemerintah Tunjangan Hari Raya atau THR harus diterima oleh karyawan atau pekerja paling lambat seminggu sebelum Hari Raya (Baca: Cara Lapor Jika Tidak Mendapat THR). Uang tersebut nantinya akan dipergunakan untuk keperluan baik itu sebelum lebaran maupun sesudahnya.

Namun karena THR terasa seperti “uang lebih”, masyarakat biasanya cenderung boros dalam menggunakannya, bahkan hingga tidak ada sisanya sama sekali. Padahal jika dikelola dengan cermat, uang THR bisa memberikan manfaat yang lebih.

Berikut Tips Cara Efektif Mengelola Uang THR

1.      Jangan gunakan THR jika tidak terpaksa
Jika memang Anda masih bisa membeli tiket mudik, bahan pokok persiapan hari raya dan lain-lain tanpa harus menggunakan THR, maka simpan saja THR Anda. Tidak wajib lho, untuk menggunakan, apalagi menghabiskan THR Anda.

2.      Dahulukan keperluan yang sifatnya wajib
Sebelum lebaran biasanya ada pengeluaran yang sifatnya wajib seperti THR orang yang bekerja dengan anda, zakat dan hutang. Khusus hutang, anda bisa alokasikan maksimal 30% dari gaji dan THR.

3.      Jika memang harus menggunakan THR, atur dengan bijak
Kalau Anda harus menggunakan THR untuk memenuhi kebutuhan, maka atur pengeluaran tersebut dengan bijak dan disiplinlah dalam menggunakannya. Jika kebutuhan Anda dapat tercukupi dengan menggunakan 10% dari THR Anda, maka jangan gunakan lebih dari itu.

4.      Catat keperluan yang dibiayai dari THR
Catat semua keperluan yang akan dibiayai dari THR seperti membeli makanan lebaran, perlengkapan sembahyang, ongkos membeli oleh-oleh, pakaian baru, biaya mudik (Baca: Tips Mengatur Keuangan untuk Mudik) dan lain sebagainya. Dari semua list tersebut, silakan urutkan skala prioritas dari yang paling perlu sampai yang tidak begitu perlu. Sesuaikan besarnya THR yang masih tersisa dengan pengeluaran berdasarkan list prioritas.

5.      Sisihkan sedikitnya 50% dari THR Anda untuk persiapan masa depan
Adanya THR sebagai 'gaji ekstra' ini adalah kesempatan emas bagi Anda untuk mempersiapkan masa depan. Maksudnya, jika biasanya pengeluaran Anda sudah pas-pasan, Anda bisa menggunakan THR ini untuk investasi. Alokasikan investasi ini ke pos-pos berbeda, misalnya 15% untuk emas, 20% untuk reksadana, dan 15% untuk membayar premi asuransi penyakit kritis atau asuransi jiwa yang tidak ditanggung oleh kantor.

6.      Pentingkan needs dibandingan wants
Ingatlah selalu untuk mengeluarkan biaya atas apa yang diperlukan (needs) dan bukan yang diinginkan (wants). Khusus anggaran pangan dan papan agar tidak berlebihan, tanamkan kepada setiap anggota keluarga tentang konsep makan dan membeli pakaian secukupnya.

7.      Diskusikan dengan pasangan anda
Jika pasangan Anda bekerja, berarti dana THR/bonus yang diperoleh tentulah lebih besar. Rencanakan alokasi untuk berbagai pos yang penting bersama-sama pasangan.

8.      Berhemat selama bulan puasa
Salah satu cara agar THR Anda bisa bertahan lebih lama adalah dengan berhemat selama bulan puasa. Dengan demikian, pengeluaran Anda akan lebih sedikit, dan Anda akan punya lebih banyak uang di akhir bulan. Yang artinya, THR Anda tidak perlu diganggu-gugat. (Baca: Tips Ampuh Menghemat Uang di bulan Puasa)