Video dan Sinopsis Film Korea NET TV 5 Oktober 2013


Video dan Sinopsis Film Korea NET TV 5 Oktober 2013 - Nanti malam seperti biasa ada film Korea di NET TV, untuk hari ini film Korea yang ditayangin berjudul “Tae Guk Gi”. Film ini diproduksi tahun 2005, cukup lama memang tapi dijamin masih enak ditontonnya.

Film Korea “Tae Guk Gi” bergenre drama dengan pemain utama yaitu Dong Jun sebagai Jin Tae dan Won Bin sebagai Jin. Walaupun bernuansa perang, namun “Tae Guk Gi” tidak seperti film perang lainnya yang lebih menonjolkan aspek heroik. Sebuah kisah yang mengharu biru, sangat menyentuh perasaan, tapi tidak cengeng.



Tae Guk Gi bercerita tentang persaudaraan kakak beradik yaitu Lee Jin Tae (Jang Dong Gun) dan adiknya Lee Jin Seok (Won Bin) yang hidup pada tahun 1950 di Korea Selatan. Ayah mereka udah meninggal dunia, dan mereka harus merawat ibu mereka yang bisu karena shock atas kematian ayah mereka.

Jin Tae yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu sangat menyayangi adiknya Jun Seok yang masih bersekolah waktu itu. Mereka hidup bersama ibu yang sudah tua dan 3 adik kecil mereka.

Ibu mereka membuka kedai mie, yang dibantu oleh seorang wanita yang juga pacar Jin Tae, Kim Young Shin yang diperankan oleh aktris Lee Eun Joo.

Kehidupan mereka yang pas-pasan tetap membuat mereka bisa bahagia dan tertawa. Sampai suatu hari perang Korea Selatan dan Korea Utara pecah. Keluarga mereka terpaksa mengungsi ke desa yang aman untuk menghindari perang.

Saat sedang menunggu kereta, Jin Seok tiba-tiba dipaksa oleh tentara korea selatan bergabung dengan mereka. Ia ditarik dan dipaksa masuk kedalam kereta yang membawa pria korea yang terkena wajib militer. Saat itu Jin Tae sedang mencari obat untuk persediaan obat Jin Seok yang memang sakit-sakitan.

Jin Tae kembali tanpa obat ditangannya, dan melihat Jin Seok yang dibawa paksa oleh tentara itu kemudian menyusul Jin Seok ke dalam kereta dan mencarinya. Ia berusaha melawan tentara dan meminta membebaskan adiknya dari wajib militer karena adiknya sakit. Malangnya Jin Tae malah ikut terkena wajib militer juga, sehingga kedua kakak beradik ini terpaksa naik kereta dan berpisah dengan keluarga mereka.

Setelah perpisahan yang menyedihkan itu, dan kebetulan saya nangis pas liat adegan perpisahan ini. Jin Tae dan Jin Seok harus menerima nasib mereka ikut berperang. Jin Tae selalu berusaha melindungi Jin Seok. Perang berlangsung semakin sengit. Banyak tentara yang berguguran, dan mati dengan tragis. Jin Tae dan Jin Seok semakin dilanda rasa takut yang luar biasa. Namun Jin Tae berusaha menenangkan Jin Seok dan memberinya kekuatan.

Jin Tae begitu menyayangi Jin Seok. Ia ingin agar Jin Seok bisa dibebas tugaskan dan dikembalikan ke rumah.  Ia membuat perjanjian dengan komandan pasukan mereka, jika Jin Tae berhasil melakukan misi-misi berbahaya yang membutuhkan tekad kuat untuk masuk ke garis pertahanan lawan, dan membawa ketua pasukan musuh mereka hidup-hidup, ia akan diberi medali kehormatan dan adiknya bisa pulang.

Maka mulailah Jin Tae melakukan misi-misi berbahaya itu demi menyelamatkan adiknya. Jin Seok marah padanya karena mengethaui hal itu. Ia tidak ingin kakaknya terluka dan berkorban untuknya. Namun Jin Tae menegaskan bahwa apapun akan ia lakukan demi adiknya. Jin Seok akhirnya diam saja. Ia tidak setuju namun tak bisa melawan kehendak kakaknya.

Setelah semua tugas itu selesai. Jin Tae memang diberi penghargaan. Jin Seok mulai meragukan keinginan kakaknya. Ia berfikir bahwa Jin Tae hanya menginginkan jabatan dan pangkat serta kehormatan untuk dirinya sendiri. Pertengkaran diantara kedua kakak beradik ini tak dihindarkan.

Pasukan mereka dapat kembali pulang untuk bertemu dengan keluarga mereka. Jin Tae dan Jin Seok berpisah. Jin Seok mencari ibunya di rumah. Young Shin keluar dari rumah mereka, dan menyambut Jin Seok. Ia menanyakan keberadaan Jin Tae. Namun Jin Seok menenangkannya bahwa Jin Tae baik-baik saja. Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil datang dan memaksa membawa Young Shin untuk ikut. Jin Seok berusaha menahannya namun alih-alih malah Jin Seok dibawa pergi juga.

Ternyata mereka adalah pasukan khusus yang ditugaskan untuk menyaring para komunis di Seoul. Young Shin dituduh sebagai anggota komunis karena beberapa kali mengikuti rapat umum yang ternyata itu adalah rekayasa komunis. Young Shin memang mengikuti pertemuan semacam itu untuk mendapatkan makanan, karena kehidupan yang sulit.

Ketika Young Shin akan diadili, Jin Tae berhasil melihat itu dan menghalangi mereka. Ia bersikeras untuk membawa Young Shin pergi. Jin Seok pun berhasil meloloskan diri dari tahanan. Terjadi keributan diantara mereka. Jin Seok menodongkan senjata pada ketua mereka dan memaksa Jin Tae membawa Young Shin pergi. Namun seketika salah satu dari mereka memprovokasi Jin Tae dengan mengatakan Young Shin adalah wanita pelacur yang tidur dengan para komunis. Jin Tae mulai ragu dengan kesetiaan Young Shin.

Saat Jin Tae membawa lari Young Shin, sebuah peluru berhasil menembus tubuh Young Shin.

Jin Tae dan Jin Seok begitu terpukul dengan kematian Young Shin. Mereka berdua berhasil diringkus oleh pasukan dan di masukan dalam sebuah gudang bersama para pemberontak yang lainnya.
Jin Seok terus menyalahkan Jin Tae atas kematian Young Shin.

Mengingat bahwa Jin Tae telah memiliki pangkat, ia pun di minta menghadap komandan yang baru untuk melapor. Ia pun memohon agar adiknya di bebaskan. Namun komandannya ini malah melecehkan dan menghinanya. Komandan ini memerintahkan agar gudang itu dibakar.

Jin Tae begitu murka. Ia berlari kearah gudang yang sudah habis dilahap api. Ia  kemudian menemukan bolpoin milik Jin Seok yang pernah diberikan olehnya. Jin Tae melihat puing-puing dan mengira Jin Seok sudah mati.  Ia begitu marah dan mencari komandan itu kemudian memukulnya sampai mati.

Ternyata Jin Seok diselamatkan oleh salah seorang teman mereka di kamp tentara sewaktu mereka satu pasukan dulu. Ia pun di bawa ke rumah sakit.

Komandan pasukan mereka mencari Jin Seok dan mengatakan bahwa surat Jin Tae di kembalikan lagi ke markas. Jin Seok menerima surat itu dengan gamang. Terakhir kali bertemu kakaknya ia begitu marah, mereka berdua bertengkar hebat, dan kini mereka berpisah.

Komandan juga menceritakan bahwa Jin Tae kini telah berpaling menjadi komunis dan menjadi tentara korea utara. Jin Seok tidak perduli dengan hidup Jin Tae sekarang. Ia merasa kakaknya itu telah mengkhianati keluarganya dan juga Young Shin yang sangat mencintainya.

Jin Tae begitu frustasi kala mengetahui Jin Seok adiknya sudah mati, terlebih ia kehilangan Young Shin. Ia pun merasa bahwa lebih baik ia menjadi komunis. Karena toh sama saja. Tidak ada yang membelanya bahkan negaranya sendiri telah membuat keluarganya tercerai-berai.

Jin Seok tidak bisa tidur, dan kemudian ia membaca surat yang di kembalikan dari markas mereka. Dalam surat itu, Jin tae mencurahkan segenap perasaannya. Rasa rindunya pada ibunya, pada Young Shin, dan janjinya bahwa ia akan selalu melindungi adiknya Jin Seok, agar ibunya tidak usah khawatir.

Jin Seok begitu terharu dan tersentuh, ia teringat kembali saat-saat ia dan kakaknya menjalani hari-hari bersama. mereka saling melengkapi dan bahagia.

Jin Seok pun berubah pikiran dan berangkat menuju tempat peperangan dimana diperkirakan disana Jin Tae berada. Ia pun berusaha mencari Jin Tae bahkan ia menyerahkan dirinya pada musuh agar bisa bertemu Jin Tae.

Saat keduanya bertemu, Jin tae sudah benar-benar kehilangan akalnya. Ia tak mengenali Jin Seok, dan menganggap bahwa Jin seok musuhnya. Sampai akhirnya mereka saling memukul. Jin Seok berusaha menyadarkan Jin Tae bahwa ia masih hidup. Jin Tae tersadar dan menunjukkan bolpoin milik Jin Seok.

Jin Seok mengajak Jin Tae untuk pergi, namun keadaannya yang terluka membuatnya susah berjalan. Ia berjanji akan pulang setelah menyerahkan diri pada pasukan korea selatan. Ia memaksa Jin Seok untuk pergi. Dengan berat hati Jin Seok meninggalkan kakaknya.

Jin Seok berhasil selamat dan kembali pada keluarganya. Lima puluh tahun kemudian para arkeolog menemukan situs tempat pertempuran perang korea dan menemukan kerangka tulang yang di identifikasi sebagai Lee Jin Seok. Ia pun terkejut mendengar itu dan berangkat menuju situ itu dengan cucunya karena ia yakin itu adalah Lee Jin Tae.

Saat yang mengharukan pun terjadi, saat JinSeok yang sudah sangat tua bersimpuh menatap kerangka tulang belulang tersebut dan mencurahkan segenap isi hatinya. Dan ini adegan dimana saya kembali menangis. Sebenenya pas tadi Young Shin meninggal juga nangis :p

Adegan terakhir ditutup dengan, kepulangan Jin Seok bertemu kembali dengan ibunya dan ketiga adik Young Shin yang meskipun kehilangan kakaknya tetap terlihat ceria. Ibunya memeluknya dengan penuh rasa haru dan bangga.