Karena Jalan Macet Wanita Ini Mulai Berwirausaha

Karena Jalan Macet Wanita Ini Mulai Berwirausaha - Ada banyak alasan mengapa seseorang ingin membangun bisnis sendiri atau wirausaha. Ada yang karena minat, ada juga yang karena kepepet. Kedua alasan itu mungkin sudah tidak asing lagi buat anda, tapi wanita ini memiliki alasan yang cukup unik untuk mulai berwirausaha. Ya, karena jalanan macet.

Dialah Lidya Suryani, seorang ibu yang tinggal di Ibukota Jakarta, sebuah kota yang tingkat macetnya sudah terbilang parah. Lidya bekerja sebagai pegawai di salah satu bank ternama di Indonesia, soal gaji tentu tidak perlu ditanya (Baca: Standar Gaji di Indonesia untuk Berbagai Posisi), sebab pekerjaan Lidya merupakan salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati di Indonesia (Baca: Daftar Pekerjaan yang Paling Banyak Diminati di Indonesia).

Namun besaran gaji yang diterima, ternyata tidak mampu mengobati wanita kelahiran Bengkulu ini dari stress menghadapi kemacetan Ibukota. Selain macet, diakuinya bekerja jauh dari keluarga kadang membuatnya dilema ketika anaknya sakit apalagi keharusan berangkat pagi dan pulang malam.

Karena Jalan Macet Wanita Ini Mulai Berwirausaha

Tapi tentunya, perempuan kelahiran Bengkulu ini tidak lantas menjadi ibu rumah tangga tak berpenghasilan. Justru dengan keluarnya dia dari pekerjaan lamanya, Lidya mengaku mendapatkan lebih banyak pemasukan dengan menjadi wirausahawati.

"Awalnya hanya ingin mencari kegiatan mengisi cuti hamil, saya suka mengerjakan kerajinan tangan walaupun hasilnya sih biasa aja, cuma hobi. Tapi saya kesulitan mencari bahan materialnya, dan nggak tahu mesti cari ke mana. Saya coba cari online susah banget menemukan. Akhirnya saya punya ide untuk menjual bahan-bahan kerajinan tersebut karena ya saya lihat sangat sulit mencari one stop shopping untuk material craft” cerita Lidya

“Dengan modal awal lima ratus ribu dan hanya 31 lembar kain flanel saya sudah bisa menjualnya secara online. Perlahan, omzetnya bisa lebih besar daripada gaji saya waktu masih bekerja", tambahnya.

Lidya membeberkan bahwa dalam sehari situsnya bisa mengirimkan maksimal 68 order per hari. "Usaha awalnya dijalani hanya berdua dengan suami, lama kelamaan kami punya karyawan, dari 1 hingga sekarang 12 orang. Pesanan kebanyakan datang dari daerah Jakarta, Jawa, dan Sumatera. Ada juga sih di daerah Indonesia timur meski tidak sebanyak daerah lainnya. Sementara keluar negerinya baru ke Malaysia dan Australia aja", tambah ibu satu anak ini.

Bagaimana, anda ingin mengikuti jejak Lidya ?