Tips Memilih Bohlam Sepeda Motor yang Tepat



Tips Memilih Bohlam Sepeda Motor yang Tepat - Lampu di sepeda motor memiliki fungsi sangat penting, khususnya lampu depan atau yang sering disebut dengan headlamp. Namun sayang pengendara tidak terlalu memperhatikan bagian ini, pergantian bohlam yang tidak tepat seringkali membuat cahaya lampu tidak fokus ke depan, dan ini tentunya berbahaya buat si pengendara.

Andri Trihandono, seorang mahasiswa di Perbanas merupakan salah satu yang memiliki pengalaman buruk dengan headlamp motornya. Lampu depan Honda Spacy FI nya lama lama tidak fokus. Setelah dicek ternyata tatakan bohlam sudah tenggelam akibat mika reflektor meleleh. Otomatis sinar lampunya bubar ke mana-mana.

Selidik punya selidik, ternyata bohlam untuk headlampnya sudah diganti. Ia mengganti bohlam bawaan pabrik dengan halogen dengan daya 35 W.

Tips Memilih Bohlam Sepeda Motor yang Tepat

1.      Cek bahan reflektor
Sekarang ini sudah jarang reflektor terbuat dari logam. Kebanyakan seperti pada skutik berbahan Acrylonitrile Butadieni Styrene (ABS). Daya lelehnya pada 180 derajat celcius. Lebih cepat meleleh ketimbang polikarbonat atau akrilik yang 280 derajat celcius. Tatakan bohlam dengan watt besar jelas lebih panas ketimbang bohlam standar 30 watt. Ini yang membuat mika meleleh jika jalan jauh dengan lampu menyala terus

2.      Gunakan lampu maksimal 25 watt
Berdasarkan riset yang di lakukan oleh Andi, Product Sales dari PT Wuerth Indah mika sktuik pasti kalah jika dipasangi bohlam lewat dari 25 W. Konsumsi 35 W sebenarnya lebih diperuntukan untuk motor besar atau sport dengan reflektor berbahan ABS grade khusus atau metal.

3.      Terang bukan hanya putih
Pilihan terang bukan hanya bohlam bergaya Xenon dengan sinar biru keputihan. Apalagi kurang cocok saat musin hujan. Boleh juga pakai yang bersinar kekuningan. Kode produknya ALS dengan daya 25 W untuk skutik dan 35 W motor sport. Sementara Wuerth yang menyabet OTOMOTIF Choice Award (OCA) 2013 kategori lampu motor ini punya kode HS Xenon 25W dan All Season 25W.

4.      Lampu dengan daya besar belum tentu terang
Aplikasi bohlam berdaya besar belum tentu berbanding lurus dengan terang yang dihasilkan. Misal generasi bebek Honda dengan lampu standar 18Wx2 setara 36W, diganti dengan 35Wx2 atau 70W. Bisa terang tapi besoknya redup

“Dipastikan setrum tekor akibat regulator rectifier tidak mampu menjaga setrum di aki pada sistem DC. Kalau aki tekor ujungnya bisa ke mana-mana, merembet ke elektris starter yang loyo hingga klakson dan sein yang ogah kedip” kata Andi

5.      Gunakan spare part asli
Kembali ke mika reflektor meleleh, efeknya bisa ke beberapa komponen. Pertama pasti harus ganti mika dan biasanya bagian soket juga ikut diganti. Nah pastikan kedua komponen tersebut orisinal alias asli.