Inilah Layanan CDMA yang Diprediksi Akan ‘Tewas’ di 2014

Inilah Layanan CDMA yang Diprediksi Akan ‘Tewas’ di 2014 - Teknologi jaringan CDMA sepertinya semakin tertinggal, hal ini terlihat dari tidak adanya penambahan jumlah penggunannya secara signifikan. Beberapa operator yang menggunakan layanan CDMA pun diprediksi akan mati tahun depan. Siapa saja operator tersebut ?

Berikut Operator CDMA yang Diprediksi Akan ‘Tewas’ di 2014

Flexi

Pada layanan Flexi, Telkom ternyata tak mampu menahan penurunan jumlah pelanggannya, Untuk mengatasi masalah tersebut, BUMN telekomunikasi itu memiliki rencana untuk memigrasikan layanan FWA tersebut ke seluler (Telkomsel).


StarOne

Hal yang sama juga terjadi pada StarOne. Kini pelanggannya tinggal tersisa 3.000 nomor saja, dan itu pun tidak semuanya aktif. Indosat juga sudah menghentikan pembangunan jaringan untuk StarOne sudah lama.


Esia

Untuk Esia, selain tidak penambahan jaringan baru sejumlah BTS-nya di daerah pun sudah dicabut oleh penyedia menara. Situasi ini membuat langkah Esia yang sudah gontai semakin limbung.

Esia juga gagal mendapatkan lisensi seluler. Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, gagalnya Esia karena belum menyelesaikan sejumlah kewajibannya kepada pemerintah. Padahal, bila sudah mendapatkan seluler, jalan melompat ke LTE terbuka lebar.

Hepi

Diantara yang lain, mungkin operator ini yang paling tragis. Sejak awal Hepi memang sudah seperti anak tiri saja, hingga tak pernah sekalipun disinggung soal pemasaran dan promosinya. Wajar saja, karena lisensi Hepi pun diberikan hanya sebagai kompensasi pemindahan Flexi dan StarOne ke pita 800MHz.


Bagaimana dengan Smartfren ?

Kondisi Smartfren saat ini bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan operator CDMA lainnya, walaupun tahun ini Smartfren harus melunasi kewajiban pembayaran sebesar Rp 543 miliar. 

“Pelunasan ini merupakan komitmen perusahaan sebagai bentuk kepatuhan pada regulasi. Dengan mengucap syukur, kewajiban yang sangat besar nilainya ini tetap bisa dipenuhi walaupun kondisi keuangan perusahaan cukup ketat" ujar Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys.

Tapi apakah Smartfren mampu bertahan di tahun depan ? 

Saat ini sejumlah smartphone Android dari Smartfren yang diberi nama Andromax memang sedang booming di pasaran, bahkan bisa masuk jajaran Daftar Smartphone Paling Populer di Indonesia di 2013.

Namun hal tersebut tidak bisa menjamin hidup Smarfren, Sukaca Purwokardjono selaku Kepala Produk Ponsel Pintar Smartfren mengakui jika hasil perdagangan ponsel pintar tidak memberi peranan yang berarti bagi perolehan perusahaa.

“Dalam memasarkan ponsel pihak Kami tidak mengambil untung yang banyak, Kami lebih menjaga kesetiaan para pelanggan agar terus memakai layanan Smartfren itu yang menjadi tujuan utamanya,” ungkapnya.

Jadi mau tidak mau, KUALITAS JARINGAN adalah kuncinya. Apakah Smartfren bisa bertahan lama dengan teknologi jaringan CDMA yang diprediksi sulit untuk berkembang di tahun depan ? Apalagi tak ada lagi vendor telekomunikasi yang mau memproduksi perangkat CDMA.

Beberapa jalan mungkin bisa ditempuh Smartfren untuk bisa tetap eksis di pasar telekomunikasi Tanah Air, antara lain segera bermigrasi ke LTE meskipun untuk itu butuh biaya besar. Atau.....