Korsel Akui Penyadapan, Apa Reaksi Masyarakat ?



Korsel Akui Penyadapan, Apa Reaksi Kita ? - Belum selesai masalah dengan Australia, Indonesia kini dilanda masalah baru. Korea Selatan (Korsel) yang berdasarkan bocoran informasi dari Snowden lalu (Baca: Mantan Penjabat AS : “Yang Terburuk belum Datang”) dituding ikut serta dalam penyadapan sejumlah penjabat Indonesia, ternyata kemarin secara resmi mengakuinya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. "Dubes Korea di Jakarta juga sudah dipanggil dan tidak menyanggah berita tersebut." kata Marty

Marty menjelaskan kalau pihak Korea Selatan sudah mengakui bahwa pihaknya benar menyadap melalui jaringan serat optik. Dari bocoran laporan, terkonfirmasi bahwa Singapura merupakan salah satu titik pertemuan (hub) telekomunikasi yang paling penting di dunia, merupakan kunci dari pihak ketiga yang merupakan mitra "Lima Mata (five eyes)" yang berdasar kesepakatan UKUSA terdiri dari AS, Inggris, Australia, Kanada dan Selandia Baru.

Korsel Akui Penyadapan

Bagaimana Korsel bisa terlibat ?

Di antara daftar ponsel penjabat Indonesia yang disadap, terdapat jenis ponsel Samsung SG-Z370, ponsel ini dipakai Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla. Sepertinya, karena hal inilah Korsel dilibatkan, secara Samsung merupakan produk andalan negeri ginseng tersebut.

Berbeda dengan produk-produk negara lain, produk dari China, Jepang maupun Korea Selatan, memiliki karakter khusus teknologi yang hanya bisa mereka ketahui. Apalagi, dengan bahasa dan tulisan yang berbeda, sehingga untuk dapat mengoprek jeroan teknologi tersebut, keterlibatan pembuat teknologi diperlukan.

Benar atau tidak dugaan terebut ini yang diselidiki aparat intelijen Indonesia. Hal ini penting, apalagi saat ini serbuan produk Samsung di Indonesia beberapa waktu terakhir ini demikian deras. Sejauh ini belum ada jawaban dari pihak Samsung mengenai hal tersebut.

Bagaimana reaksi masyarakat ?

Kasus penyadapan yang dialami Indonesia cukup mendapatkan tanggapan yang beragam dari masyarakat. Ada yang mengutuk keras, namun tidak sedikit juga yang bersikap biasa saja.

Berbeda pada kasus penyadapan Australia lalu (Baca: Bukti Indonesia Disadap Australia), penyadapan yang dilakukan Korsel ini sepertinya tidak membuat masyarakat khususnya para hacker bergerak untuk berbuat “sesuatu”. Entah karena sudah tidak peduli lagi atau mungkin tidak bisa dilakukan (dibaca : boikot produk Korsel).