Tips Agar Terhindar Dari Perceraian

Tips Agar Terhindar Dari Perceraian - Perceraian di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya (Baca: 3 Penyebab Utama Perceraian di Indonesia), bahkan tertinggi di antara negara Asia Pasifik lainnya.

Berdasarkan data Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI tahun 2010, bahwa selama 2005 sampai 2010 satu dari 10 pasangan menikah berakhir dengan perceraian di pengadilan. Lalu bagaimana caranya agar terhindar perceraiaan ? (Baca: Tips Ajib Agar Pernikahan Awet dan Langgeng)


Niat dari pernikahan
Sebelum berlanjutkan ke pernikahan, pastikan anda dan pasangan anda memiliki niat yang sama dan benar yaitu menjadi sebagai lahan ibadah kepada Tuhan dan sarana menjalin silaturahmi. Artinya, semua dilakukan dalam kesadaran penuh bahwa suami dan istri adalah manusia yang sama-sama menginginkan kebahagiaan, keadilan, dan kesetaraan perilaku.

Mengetahui prioritas
Pastikan anda dan pasangan anda tahu bahwa keluarga merupakan prioritas utama.

Cari Sumbernya
Di dalam membangun sebuah keluarga tidak lepas yang namanya masalah. Carilah sumber dan pemecahannya segera agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

Jaga komunikasi
Menjaga momunikasi antar pasangan. Keterbukaan dalam segala hal membantu anda dalam menghindari permasalahan dalam keluarga. Bangun komunikasi yang berkualitas

Introspeksi
Bila Anda sudah mengetahui penyebab kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya.

Berpikir positif
Jika Anda berpikir bahwa perceraian adalah satu-satunya cara menyelesaikan masalah, maka pasti akan mempengaruhi hubungan pernikahan keseluruhan. Jadi, berpikirlah positif dan optimis bahwa ada jalan keluar terbaik selain berpisah.

Libatkan keluarga
Jika kenyataannya, pasangan sudah tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.

Cari teman curhat
Anda bisa berbagi masalah anda dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan terasa lebih ringan. Yang harus diperhatikan, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis.

Lembaga keluarga (P2KS)
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (P2KS) merupakan bagian dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). P2KS bertujuan untuk memberikan pelayanan penyuluhan, konseling pada keluarga dalam rangka mempercepat terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Anda bisa menghubungi P2KS untuk mengatasi masalah di keluarga.

Ingat anak
Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara Anda dan suami sama¬sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda, buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan suami.

Kesampingkan ego pribadi
Jika Anda memang masih menginginkan keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda. Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya.

Banyak berdoa
Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab

Buka lembaran baru
Jika Anda dan suami akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat untuk bercerai. yang ada dan juga hindari perilaku yang bisa merusak pernikahan (Baca: 6 Kebiasaan yang Bisa Merusak Pernikahan).