Sinopsis dan Video Film Korea NET TV 26 Januari 2014

Sinopsis dan Video Film Korea NET TV 26 Januari 2014 - Buat anda yang suka film komedia, jangan lewatkan film Korea di NET TV malam ini, yaitu yang berjudul “Going By The Book”. Walaupun dirilis tahun 2007 lalu, film Korea ini masih asik untuk di tonton.



Jung Do Man (Jae Yeong Jeong) adalah seorang polisi yang sangat berdedikasi terhadap perkerjaannya. ia memiliki sifat yang lurus dan tidak pernah berbuat jahat. ia bahkan tidak pernah terlambat mengembalikan film yang di sewanya di rental video.

Namun karena ia mengusut kasus korupsi gubernur setempat, ia lalu dipindahtugaskan menjadi polisi lalu lintas, sebelumnya ia berada di divisi kriminal

Di posisinya yang baru ia tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan tanpa cacat, meskipun jalan yang dijaganya tidak ada mobil yang lewat dan melanggar peraturan lalu lintas. Sampai suatu hari, saat sedang berjaga di jalan, ia melihat sebuah mobil melanggar lampu merah. Do Man lalu memberhentikannya dan menilangnya. pemilik mobil berusaha bernegosiasi agar tidak ditilang. tapi tentu saja Do Man tetap pada pendiriannya. sampai akhirnya pemilik mobil menyebutkan identitasnya dan ternyata ia adalah kepala polisi baru yang akan jadi atasannya. Walaupun terkejut, namun Do Man tetap menilangnya.

Saat tiba di kantor barunya, semua anggota polisi sedang mengadakan pesta penyambutan kepala polisi. karena sedang kesal, kepala polisi baru itu pun menolak acaranya dan acaranya pun batal. Saat teman2nya tahu kalau Do Man menilang Kepala Polisi baru itu, ia pun di "sidang" habis2an karena perbuatannya.

Suatu waktu kota tempat Do Man bertugas sedang dilanda masalah. Telah terjadi 5 perampokan Bank dalam beberapa minggu. dan tidak pernah tertangkap kelompok perampoknya. akibat hal itu, kinerja polisi dianggap tidak memuaskan dan citra polisi menjadi jelek.

Kepala Polisi ingin mengubah hal itu dan memutuskan untuk mengadakan latihan simulasi perampokan di Bank, yang menjadi unik adalah waktunya tidak terjadwal alias tiba tiba sehingga kondisinya benar benar real.

Nantinya yang terlibat di simulasi tersebut dari pelaku hingga “penyelamat” nya adalah polisi yang dipilih berdasarkan undian.

Kepala Polisi mengatakan ketika konfrensi pers bahwa simulasi ini diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi bisa mengatasi hal seperti ini dan sekaligus menunjukkan kekuatan polisi di mata publik. ia pun akan mengundang pers untuk meliput saat simulasi sedang dilakukan.

Do Man juga ikut berpartisipasi dalam simulasi ini seperti sebagian besar anggota polisi lain. ada yang berperan menjadi pengunjung, pengawas dll. Dari hasil undian, sebenarnya Do Man berperan sebagai pengawas untuk simulasi ini. Tapi di saat terakhir kepala polisi memanggilnya dan memerintahkannya untuk jadi pelaku perampokan.

Do Man sebenarnya menolak dan berkata kepala polisi mungkin akan menyesal karena menyuruhnya yang menjadi perampok, tapi kepala polisi beralasan mereka butuh polisi yang dapat dipercaya.

Karena sangat berdedikasi terhadap perkerjaannya, Do Man pun bertugas sebagai perampok dengan baik. Ia mulai belajar teori psikologi kriminal untuk mempelajari apa yang ada di pikiran perampok bank, ia pun belajar cara merampok dari film2 tentang perampokan bank atau dari video perampokan bank asli yang bisa didapatkannya melalui aksesnya sebagai anggota polisi. ia mendatangi Bank yang akan dijadikan tempat simulasi dan mempelajari di mana letak kamera pengawas, jam berapa kantor itu buka, berapa orang karyawan yang ada, jam berapa manajer bank datang, dimana letak brankas dan hal2 lain yang dibutuhkan seorang perampok bank pada umumnya. dan sekarang ia sudah menjadi seorang perampok bank profesional.

Lalu simulasi pun di mulai. apa yang sudah di skenariokan oleh Kepala Polisi tidak berjalan dengan lancar. Karena apa ? Anda pasti tahu jawabannya. K

Kepala polisi yang sebelumnya tenang mulai cemas. Do Man mulai berlaku seperti perampok, bukan polisi. Hal ini mau tidak mau membuat Kepala polisi pun harus memperlakukannya sebagai perampok juga. dan kekacauan mulai terjadi, terlebih simulasi ini disiarkan oleh televisi nasional.