Tips Jika Gagal Bayar KPR

Tips Jika Gagal Bayar KPR - Kredit Perumahan Rakyat atau KPR sering digunakan masyarakat untuk membeli rumah (Baca: Tips Beli Rumah dengan KPR), dengan fasilitas ini masyarakat bisa lebih mudah dalam memiliki tempat tinggal ketimbang harus menabung dalam jangka waktu yang lama.

Namun naiknya suku bunga acuan (RI Rate) dalam waktu yang singkat, sedikit banyak telah mempengaruhi konsumen dalam mencicil KPR. Saat ini, BI rate dipatok pada besaran 7,5%.

"Sebaiknya Bank Indonesia mengambil langkah-langkah untuk menghindari kredit macet yang diperkirakan akan mulai terjadi di triwulan pertama tahun 2014. Kredit macet bukan hanya berasal dari konsumen di sisi permintaan pasar, namun juga dari sisi pengembang sebagai pemasok rumah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda.

Jika saat ini anda bermasalah dengan keuangan sehingga berimbas pada cicilan KPR, ada banyak cara yang bisa dilakukan.


1.      Jujur kepada Pihak Bank
Datangi bank setempat, katakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga anda tidak mampu membayar cicilan KPR sebagaimana seharusnya.

2.      Ajukan perpanjangan waktu tenor
Ajukanlah perpanjangan waktu tenor. Sebagai contoh, dari 10 tahun menjadi 15 tahun. Dengan begitu, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk membayar jumlah cicilan sebelumnya yang tentu lebih besar dibandingkan dengan cicilan dengan waktu tenor yang lebih panjang.

Tetapi, jika Anda hanya mengalami keterbatasan dalam waktu yang singkat karena mengalami permasalahan dadakan, maka Anda dapat meminta waktu tambahan atas penundaan pembayaran cicilan. Dalam keadaan seperti ini, pada umumnya pihak Bank akan menegosiasi kembali pinjaman Anda.

3.      Tidak Disita, Tapi Jual Rumah Anda
Mintalah kepada pihak bank agar rumah jangan disita. Mintalah pihak bank menjual rumah tersebut. Sayangnya menjual rumah memang tak mudah dan bisa cepat laku. Untuk itu cobalah melakukan negosiasi dengan pihak bank untuk kelonggaran waktu.

4.      Cicil Semampu Anda
Pihak bank tidak ingin rumah KPR menjadi persoalan besar. Artinya bank akan menghindari persoalan pengadilan. Nah bila cicilan Anda Rp10 juta per bulan, sementara Anda hanya mampu membayar Rp1 juta, bayarkan saja terlebih dahulu. Jika selanjutnya Anda mampu membayar penuh, bayarlah sesuai dengan perjanjian.