Inilah Ciri Pengembang yang Nakal

Inilah Ciri Pengembang yang Nakal - Kenutuhan rumah yang terus meningkat tiap tahunnya membuat beberapa pengembang menggunakan segala cara untuk mendapatkan konsumen. Pengembang nakal biasanya memberikan segala macam jamji manis kepada calon pembeli agar rumahnya laris.

Agar anda tidak tertipu dan kecewa, anda perlu waspada terhadap para pengembang yang menawarkan rumah kepada anda, jika ada gelagat yang mencurigakan sebaiknya anda langsung tinggalkan pengembang tersebut.


Tidak sesuai Brosur

Terdapat pengembang yang sengaja memberikan informasi yang tidak sesuai dan menyesatkan di brosur. Umumnya hal ini tidak terlalu menjadi perhatian konsumen, karena brosur umumnya tidak akan dilampirkan ketika perjanjian jual beli. Oleh sebab itu anda perlu pastikan rumah yang ingin anda beli sesuai dengan brosur yang diberikan pengembang.


Membangun Tidak sesuai Izin

Beberapa kasus pengembang di salah satu perumahan di Depok dan Bojong Gede membangun di sisi bantaran kali dengan kondisi tanah yang labil. Dengan kondisi seperti ini dipertanyakan bukan hanya pengembangnya, melainkan siapa pejabat Pemda terkait yang telah menyetujui dan mengeluarkan ijin-ijin pembangunan.


Sertifikat Belum Selesai

Belum terbitnya sertifikat meskipun menjadi tanggung jawab pengembang, namun hal ini pun sangat terkait dengan proses pengurusan di BPN. Karenanya bila terkait di BPN, maka pengembang tidak dapat dikategorikan pengembang nakal.


Molornya Serah Terima

Masalah ini sering dikeluhkan para konsumen. Ironisnya denda keterlambatan yang diperjanjian di atas perjanjian lebih merugikan konsumen. Denda keterlambatan pengembang yang harus dibayarkan ke konsumen bila bangunan terlambat umumnya lebih kecil dibandingkan dengan denda keterlambatan konsumen ke pengembang. Belum lagi terdapat pemotongan disana-sini.