Nih Dia Tarif dan Lokasi Penerapan ERP di Jakarta

Nih Dia Tarif dan Lokasi Penerapan ERP di Jakarta - Untuk mengatasi masalah kemacetan di Ibukota Jakarta, Pemprov rencananya akan mulai menerapakan Electronic Road Pricing (ERP) di beberapa tempat yang sudah ditentukan.

Uji coba ERP akan dilakukan pada bulan Juli 2014 dengan Kapsch, perusahaan asal Swedia, sebagai operatornya.

"Rencananya, bulan Juni nanti alatnya, yaitu On Board Unit (OBU) akan dibagikan untuk uji coba. Kemudian, live trial-nya baru akan kita laksanakan pada Juli 2014," ujar Ahok di Balai Kota.

Ahok juga menambahkan kalau semua anggaran uji coba ERP akan ditanggung oleh Kapsch, jika uji coba ERP sukses dan menunjukkan progress yang baik, nantinya sistem ERP akan dijalankan oleh swasta yang terdiri dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium.

Jalan berbayar sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan di beberapa negara seperti Singapura dan Hong Kong. Dengan sistem ini, mobil-mobil akan dipasangi sebuah alat detektor. Pada jam-jam tertentu pengemudi diharuskan membayar bila ingin melewati jalan yang menerapkan ERP.

Tarif dan Lokasi Penerapan ERP di Jakarta



Ahok menjelaskan, ERP tersebut memakai sistem pemasangan sensor pada jendela mobil bagian depan. Bahkan secara otomatis akan tersambung dengan rekening bank pemilik kendaraan.

"Jadi, kalau mobil itu melewati gate ERP, uang di rekening pemilik mobil akan terpotong dengan sendirinya. Prinsip kerja alat ini mirip seperti sensor yang dipasang di pusat-pusat perbelanjaan," jelas Ahok.



Dalam desain ERP, ada tiga area yang akan menjadi sasaran penerapan sistem tersebut:

Area I, Blok M - Stasiun Kota, Jalan Gatot Subroto (Kuningan-Senayan), Jalan Rasuna Said - Tendean, Tendean - Blok M serta Jalan Asia Afrika - Pejompongan.

Area II, Dukuh Atas - Manggarai - Matraman - Gunung Sahari serta Jatinegara - Kampung Melayu - Casablanca - Jalan Satrio - Tanah Abang.

Area III, Grogol - Roxi - Harmoni, Tomang - Harmoni - Pasar Baru, Cempaka Putih - Senen - Gambir, Cawang - Pluit - Tanjung Priok, Cawang - Tanjung Priok, Sunter - Kemayoran.

Namun untuk yang pertama, ERP akan diterapkan di kawasan Sudirman-Thamrin yang dimulai dari Ratu Plaza hingga Sarinah.



Tarif yang ditetapkan pertama kali dalam penerapan ERP sebesar Rp 20.000. Namun, besaran tarif ini dapat mengalami peningkatan apabila tingkat kemacetan bertambah.

"Kalau ternyata dengan tari Rp20.000 masih banyak orang yang pakai mobil pribadi, berarti kita naikkan lagi tarifnya. Alat ini kan tujuannya untuk mengurangi kemacetan, khususnya yang disebabkan oleh kendaraan roda empat," kata Ahok.