Deretan Caleg Gagal dengan Perilaku Anehnya

Deretan Caleg Gagal dengan Perilaku Anehnya - Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh para calon anggota legislatif (caleg) untuk bertarung di Pemilu Legislatif 2014 lalu. Semua biaya tersebut untuk digunakan untuk “membeli” pemilih di daerah pemilihannya. Hal ini mengakibatkan caleg yang gagal masuk ke dewan legislatif cenderung berperilaku menyimpang.

"Ada hubungan yang erat antara sistem proporsional terbuka dalam Pemilu dengan peningkatan praktik politik uang," kata Deputi Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz.

"Politik transaksional sangat vulgar terjadi melalui uang dan barang antara caleg dan pemilih," tambahnya.

Salah satu caleg yang menjadi “korban” yaitu caleg DPRD di Kabupaten Banjar. Caleg tersebut mengalami stres berat, jatuh sakit, dan akhirnya meninggal dunia karena jumalh suara yang didapat tidak bisa membawanya ke legislatif.

Deretan Caleg Gagal dengan Perilaku Anehnya


1. Caleg dari DPRD 3 Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami depresi berat dan suka bicara di luar kontrol.

2. Caleg DPRD di Kabupaten Pangkep (Pangkajene Kepulauan), Provinsi Sulawesi Selatan, meminta kembali bantuannya berupa uang dan lampu jalan.

3. Caleg DPRD Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan, meminta kembali ambulans yang sudah diberikan.

4. Caleg DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, memberhentikan buruh sawahnya dan meminta kembali uang pemberian karena perolehan suaranya di bawah target.

5. Caleg DPRD Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, mengamuk dan memecahkan kaca di kantor KPUD.

6. Caleg Pulau Seribu, Jakarta, marah hebat dan meminta kembali sembako yang telah diberikan karena hanya mendapatkan satu suara di TPS-nya.

7. Caleg di DPRD Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, meminta kembali seragam dan uang yang telah diberikannya.