Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Obat

Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Obat – Khasiat atau efektivitas obat pada tubuh tergantung dari beberapa faktor, salah satu yang harus menjadi perhatian adalah jenis makanan yang dikonsumsi setelah minum obat.

Mengapa demikian ? Sebab beberapa jenis makanan ternyata bisa mengurangi kinerja sejumlah obat. Ada 5 makanan dan obat yang berbahaya jika dipadukan. Apa saja itu ?

Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Obat


Susu dan Olahannya Vs Antibiotik

Beberapa jenis antibiotik mengikat zat besi,kalsium, dan mineral lain pada makanan hasil olahan susu. Ini akan menurunkan kemampuan antibiotik tersebut dalam melawan infeksi. Oleh karena itu anda sebaiknya hindari susu dan produk turunannya dua jam sebelum dan setelah menelan obat.


Jeruk Vs Obat Batuk

Selain jus anggur yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi obat, di antaranya statin (penurun kolesterol), beberapa jenis jeruk juga harus anda perhatikan. Sebab makanan ini ternyata bisa menghadang kerja enzim untuk mengurai statin dan kerja obat batuk dextromethorphan.

Berbagai varietas jeruk bahkan bisa menyebabkan efek , misalnya halusinasi dan rasa kantuk karena konsumsi dextromethorphan menjadi lebih panjang. Demikian juga efek statin berupa kerusakan pada otot.


Sosis Vs Antidepresan

Coba cek pada label pil anda, apakah tertera monoamne oxidase inhibitors atau MAOls, biasanya dengan merek Marplan, Nardil, Emsam, atau Parnate. Hindari makanan yang kaya asam amino tyramine karena bisa membikin tekanan darah melonjak. Tak hanya daging asap yang harus dihindari, tetapi juga red wine, sosis, keju, dan kecap.


Jus Apel Vs Obat Alergi

Hindari apel, jeruk, dan anggur jika Anda mengkonsumsi obat yang mengandung fexofenadine (pereda demam) sedikitnya empat jam sebelum minum obat. Sebab, jus dari ketiga buah tersebut menghalangi peptida membawa obat dari usus ke aliran darah. Akibatnya, efek obat untuk menurunkan bersin dan meler bisa menurun hingga 70 persen. Selain itu, hindari jus ketiga buah ini saat mengkonsumsi antibiotik, obat alergi, obat tiroid, juga alergi dan asma. Sebaiknya tanyakan lebih detail kepada dokter ketika Anda mendapatkan resep obat-obatan tersebut.


Cokelat Vs Ritalin

Selain mengandung kafein, cokelat juga memiliki stimulan yang disebut theobromine. Kombinasi beragam stimulan bisa mengarah pada perilaku yang tidak menentu. Karena itu, waspadai jika setelah menelan Ritalin, Anda menjadi lebih cemas, lebih cepat marah, dan lebih menggebu-gebu. Lazimnya, semakin hitam cokelat, semakin tinggi juga kadar kafein dan theobromine-nya.