Cara Menghindari Bakteri Listeria

Cara Menghindari Bakteri Listeria – Nama bakteri Listeria kini menjadi perbincangan di masyarakat. Ini berawal dari ditemukannya bakteri tersebut di aple Granny Smith dan gal berkode ca933312. Kini pemerintah Indonesia sudah menarik peredaran buah tersebut. Lalu apa itu bakteri Listeria ?.

Dibandingkan dengan bakteri E.Coli dan salmonella, nama bakteri Listeria memang kurang akrab di telinga masyarakat Indonesia, padahal bahaya bakteri ini lebih besar dari E.Coli atau salmonela.

Bakteri Listeria sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bahkan masih tetap bisa hidup pada suhu 4 dejarat celcius, seperti pada makanan yang disimpan pada lemari pendingin.

Bakteri listeria juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan. Bakteri ini bisa meninfeksi manusia melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Gejala terinfeksi bakteri Listeria antara lain demam, nyeri otot, mual dan diare. Jika tidak diatasi dengan benar, Listeria akan menyerang sistem saraf dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak.

“Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, bakteri Listeria dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh.

Subuh menambahkan, kemunculan gejala ini dapat terjadi kapan saja, yaitu antara 3-70 hari pasca terkena infeksi bakteri Listeria. Namun, rata-rata sekitar 21 hari setelah terinfeksi.

Cara Menghindari Bakteri Listeria


1. Masak daging sapi atau unggas pada suhu yang memungkinkannya masak dengan sempurna.

2. Jangan lupa untuk selalu membilas bahan mentah seperti sayuran dan buah-buahan dengan air mengalir,sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak. Bahkan jika buah-buahan sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu.

3. Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran dan dari makanan yang sudah siap dimakan.

4. Cuci peralatan masak dengan bersih seperti pisau, meja, dan talenan, setelah digunakan untuk memotong makanan mentah.

5. Cucilah tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan hingga saat akan makan.

6. Konsumsi segera makanan yang mudah rusak dan siap saji.

7. Tutup dan jaga suhu makanan. Sesaat setelah memasak makanan dan selesai dimakan, simpanlah di lemari es dan jangan biarkan di suhu ruangan selama lebih dari dua jam. Zona bahaya bakteri bisa tumbuh adalah di antara suhu empat sampai 60 derajat Celsius. Pastikan juga suhu di lemari es tetap dingin, di bawah empat derajat Celsius.