Inilah Bacaan Al-Quran Versi Langgam Jawa di Istana yang Mendapat Kritikan

Inilah Bacaan Al-Quran Versi Langgam Jawa di Istana yang Mendapat Kritikan – Pada perayaan Isra dan Mikraj di Istana Negara kemarin terjadi peristiwa yang cukup menghebohkan, sang Qori’ melantunkan Al-Quran dengan langgam Jawa.

Dr. Ahmad Annuri, MA, seorang doktor bidang pendidikan islam menanggapi kejadian tersebut cukup serius. Menurut beliau, kejadian di Istana Negara saat peringatan Isra Mikraj merupakan bukti dari sabda Nabi Muhammad.

"Bacalah Alquran dengan lagu dan suara orang Arab. Jauhilah lagu/irama ahlul kitab dan orang-orang fasiq. Nanti akan datang setelahku orang-orang yang membaca Alquran seperti menyanyi dan melenguh, tidak melampaui tenggorokan mereka. Hati mereka tertimpa fitnah, juga hati orang-orang yang mengaguminya." (HR. Tarmidzi).

Selain itu, menurutnya cara membaca Alquran dengan cara tersebut adalah bentuk liberalisasi agama, khususnya tata cara membaca Alquran yang mulia.

"Coba bayangkan, bagamana bunyi aamiinnya makmum kalau bacaan Al-Fatihah imam shalatnya berlanggam Jawa atau Papua, misalnya?" katanya.

Inilah Bacaan Al-Quran Versi Langgam Jawa di Istana yang Mendapat Kritikan


Dalam pendahuluanya, sang protokoler acara memberikan pembuka “Dalam rangka melestarikan khasanah budaya local,bacaan Al Quran ini, akan di bacakan dengan langgam Nusantara” demikian ucapnya.

Muhamad Yaser Arafat sendiri dalam kesempatan tersebut membacakan QS Al Isra’ ayat yang pertama. Dengan di awali dengan Taawud serta basmalah dengan langgam jawa yang cengkoknya mirip cengkok dandang gulo namun agak fals.

Dari tayangan Video yang tersebar, banyak para hadirin saat itu terlihat mengerutkan wajah dan terkesan asing. Terlihat jelas dalam tayangan tersebut, DR Hidayah Nur Wahid dengan expresi yang berbeda,begitu pula dengan expresi para duta besar Negara.

Berikut videonya.



Sebagai perbandingan. Bacaan Al- Qur'an Oleh H Muammar ZA - Qori' Internasional