Inilah Syarat untuk Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Inilah Syarat untuk Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan – Mulai 1 September lalu, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) nya jika tidak lagi bekerja, baik itu karena pemutusan hubungan kerja (PHK), resign atau kerja di luar negeri.

Dengan adanya revisi Peraturan pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 soal JHT ini, dana JHT bisa cair dalam jangka waktu 1 hari hingga 1 bulan. Tidak ada lagi syarat yang harus menunggu 5 tahun, 10 tahun atau sampai umur 56 tahun.

Untuk mencairkan dana JHT, para peserta tinggal datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan setelah satu bulan tidak bekerja sambil membawa syarat-syarat pencairan JHT. Apa saja persyaratannya ? Berikut rinciannya.

Inilah Syarat untuk Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan


- Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek)
- KTP asli dan fotokopi
- Kartu Keluarga
- Surat Keterangan Berhenti Bekerja
- Surat keterangan PHK (kalau PHK harus disertakan dengan bukti telah disahkan oleh dinas setempat)
- Jika berhenti bekerja dengan alasan perusahaan bangkrut atau tutup atau tiba-tiba menghilang harus minta keterangan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
- Jika kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) hilang, harus disertakan bukti kehilangan dari kepolisian.

Pastikan semua dokumen dokumen yang diperlukan sudah disiapkan, sebab panjangnya antrean dan lamanya proses pencairan dana JHT karena peserta tidak lengkap membawa dokumen-dokumen yang diperlukan.