Update Status Wanita Ini Buat Buruh yang Gemar Demo Jadi Keki

Update Status Wanita Ini Buat Buruh yang Gemar Demo Jadi Keki – Pekan lalu para buruh kembali menggelar demo, akibatnya akses masuk dan keluar di Kawasan Berikat Nusantara (KNM) tertutup. Sama seperti sebelumnya, para buruh tersebut menuntut kenaikan gaji dan kesejahteraan.

Menaggapi hal tersebut, seorang netizen bernama Devi Meilia memberikan komentar di laman media sosialnya. Isinya cukup menohok para buruh yang gemar demo dan mungkin membuat mereka jadi keki.

Update Status Wanita Ini Buat Buruh yang Gemar Demo Jadi Keki


Berikut isinya.

Gak ada habisnya buruh di Indonesia berdemo demi kenaikan gaji. Masih kurang kah gaji kalian??

Lalu bagaimana dengan kami? Kami rata-rata dibayar dengan upah yang lebih rendah dari kalian.

Saya rasa bukan gaji kalian yang kurang... Tapi gaya hidup kalian yang mesti dikoreksi lagi.
Saya sering berpapasan dengan banyak buruh pabrik.. Saya jalan kaki, sedangkan mereka berkendaraan, minimal motor.

Dan saya sering lihat para buruh menggenggam HP yang harganya sudah bukan 1-2 juta lagi.. Tapi lebih dari itu.. Bahkan bukan cuma 1 HP, tapi kadang ada juga yang 2 HP.

Lama kelamaan, para pengusaha, investor asing enggan membuat usaha disini... Dan akhirnya, kalian akan kehilangan pekerjaan.

Apa itu yang kalian mau? Nanti, setelah kalian kehilangan pekerjaan, kalian mulai akan protes pada pemerintah, bicara bahwapemerintah tidak becus memperhatikan rakyatnya. Padahal, kembali lagi, semua itu efek dari ulah kalian.

Saya harap ada buruh, yang mengomentari tulisan ini. Saya harap mereka akan bertanya kepada saya, berapa gaji saya, teman teman saya yg berprofesi sebagai Bidan, Perawat, Dokter, Guru dan banyak profesi lain.

Apa kalian juga mau, kami berdemo kenaikan gaji kami??? Jika kami berdemo, nantinya akan berdampak pada semakin mahalnya pengobatan dan dan biaya pendidikan?

Kalian hanya kurang berterimakasih dan rasanya kurang mensyukuri apa yang sudah sepantasnya kalian terima.


Padahal kami, yang berpendidikan diatas kalian, tapi dibayar dengan upah yang jauh dari UMR (Upah Minimum Rakyat), tidak pernah demo sama sekali. Miris bukan? Apakah kami yang terlalu polos? Atau kalian yang terlalu serakah?