Inilah Syarat dan Tata Cara Ikut Program Tax Amnesty

Inilah Syarat dan Tata Cara Ikut Program Tax Amnesty – Pengampunan pajak atau Tax Amnesty sudah dimulai pendaftarannya pada hari Senin lalu. Masyarakat tampak sangat antusias terhadap program pemerintah yang satu ini.

Ini terlihat dari banyaknya wajib pajak yang mendaftarkan diri di Kanwil DJP Jakarta Utara. Namun ada juga masyarakat yang datang ke tempat hanya sebatas untuk konsultasi.

Sebagai informasi buat anda, tax amnesty hanya bisa dilakukan secara offline lewat kantor pajak. Mengenai. Selain itu, wajib pajak harus membayar uang tebus jika ingin mengikuti tax amnesty.

Cara menghitungnya adalah tarif tebusan dikalikan dengan harta bersih. Harta bersih merupakan harta tambahan yang tidak ada di SPT yang dikurangi utang ihwal perolehan harta dan belum dilaporkan di SPT.


Inilah Syarat dan Tata Cara Ikut Program Tax Amnesty


Syarat Mengikuti Tax Amnesty

Buat anda yang ingin mengikuti Tax Amnesty harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :

- Memiliki nomor pajak wajib pajak
- Membayar uang tebusan
- Telah melaporkan SPT tahun pajak terakhir
- Melunasi seluruh tunggakan.

Buat anda yang tidak punya NPWP, bisa buat terlebih dahulu.


Tata Cara Ikut program Tax Amnesty

Pertama, WP datang ke KPP tempat WP terdaftar atau tempat lain yang ditentukan oleh menteri untuk meminta penjelasan mengenai pengisian dan pemenuhan kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dalam SP.

Dokumen tersebut meliputi: bukti pembayaran uang tebusan, bukti pelunasan tunggakan pajak bagi WP yang memiliki tunggakan pajak, daftar rincian harta beserta informasi kepemilikan harta yang dilaporkan, daftar utang serta dokumen pendukung.

Ada pula bukti pelunasan pajak yang tidak atau kurang dibayar atau pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi WP yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan, fotokopi SPT PPh Terakhir, dan surat pernyataan mencabut segala permohonan yang telah diajukan ke DJP.

Selanjutnya, surat pernyataan mengalihkan dan menginvestasikan harta ke dalam wilayah NKRI paling singkat selama tiga tahun terhitung sejak dialihkan. Dokumen ini ditujukan bagi WP akan melaksanakan repatriasi.

Bagi WP yang akan melakukan deklarasi wajib melampirkan surat pernyataan tidak mengalihkan harta ke luar wilayah NKRI paling singkat selama tiga tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan.

Bagi WP yang bergerak di bidang UMKM wajib melampirkan surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha.

Kedua, WP melengkapi dokumen-dokumen yang akan digunakan untuk mengajukan pengampunan pajak melalui SP, termasuk membayar uang tebusan dan pelunasan segala tunggakan dan kewajiban pajak – seperti yang tertera dalam lampiran dokumen.

Ketiga, WP menyampaikan SP ke KPP tempat WP terdaftar atau tempat lain yang ditentukan Menteri Keuangan.

Keempat, Wajib Pajak akan mendapatkan tanda terima SP.

Kelima, menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama menteri menerbitkan Surat Keterangan (SK) paling lama sepuluh hari kerja, terhitung sejak tanggal diterima SP beserta lampirannya. Kemudian, SK Pengampunan Pajak dikirim kepada WP.

Keenam, jika dalam sepuluh hari kerja menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama menteri belum menerbitkan SK, SP dianggap diterima.

Ketujuh, WP dapat menyampaikan SP maksimal tiga kali selama berlakunya UU Pengampunan Pajak.