Cara Buat Surat Jual Beli Tanah yang Benar

Cara Buat Surat Jual Beli Tanah yang Benar – Sebelum membeli atau menjual tanah, pastikan anda sudah mengetahui poin poin pentingnya, hal ini perlu anda perhatikan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari (Baca : 4 Masalah Utama Saat Beli Rumah).

Salah satunya adalah status kepemilikan tanah. Anda harus memastikan apakah tanah yang dijual hak milik orang yang menjualnya, warisan atau lainnya (Baca : Inilah 6 Biaya yang Harus Disiapkan Saat Beli Rumah).

Selain status kepemilikan, hal lain yang harus anda perhatikan yaitu Surat Jual Beli Tanah. Surat perjanjian jual beli ini bukan hanya dapat melindungi Anda sebagai pembeli dari tindak penipuan saja, tapi juga jika Anda bertindak sebagai penjual. Intinya surat perjanjian ini dapat mengantisipasi jika salah satu pihak melakukan wanprestasi (ingkar janji).

Berikut contoh surat jual beli tanaha yang bisa anda jadikan sebagai refrensi (Baca : Tips Cara Dapat Rumah Murah Melalui Lelang).


Cara Buat Surat Jual Beli Tanah yang Benar


Dalam surat tersebut, setidaknya harus memuat hal-hal seperti berikut ini:

- Identitas lengkap para pihak (penjual dan pembeli) dan kedudukannya dalam transaksi jual beli tersebut.
- Deskripsi atau gambaran tanah yang meliputi: Letak tanah dalam bentuk alamat, Luas tanah dalam bentuk meter persegi, Batas tanah (empat arah penjuru angin), Status kepemilikan, Nomor surat tanah, Harga tanah sesuai kesepakatan
- Pencantuman jaminan dan identitas saksi..
- Cara dan batas waktu pembayaran.
- Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan.

Dan jika diperlukan, Anda juga bisa menambahkan pasal-pasal lainnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak seperti misalnya soal biaya balik nama.

Contoh draft

SURAT KETERANGAN JUAL BELI SEBELUM DIAKTAKAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : …………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Nomor KTP : …………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak pertama (penjual).

Nama : …………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Nomor KTP : …………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pada hari ini …………….. tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………..). Pihak pertama dengan ini meyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual ke pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji, menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa:

Sebidang tanah dengan hak ……………………………….. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah …………………………………………………………………… Yang berlokasi di …………………………………………………………(alamat lengkap) dengan ukuran panjang tanah …………..m (……………………………………… meter) lebar ………..m (……………………………………. meter) dengan luas tanah …………….. m2 (………………………………………………… meter persegi) dan untuk selanjutnya disebut dengan Tanah. Denga batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah barat : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah timur : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah utara : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah selatan : Berbatasan dengan …………………………………………………

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah dimana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 – HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah: Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara (tunai / kredit ) selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………..) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pasal 2 – JAMINAN DAN SAKSI

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

…………………………………………………………………

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan :………………………………………………………………….

Selanjutnya disebut sebagai saksi I

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

…………………………………………………………………

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan :………………………………………………………………….

Selanjutnya disebut sebagai saksi II

Pasal 3 – PENYERAHAN TANAH

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak kedua selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (…………………………………………………..) setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 4 – STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

Pasal 5 – PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada Pihak Kedua.

Pasal 6 – PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama.

Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 7 – MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 8 – HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 9 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di …………………………………………………………..

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di ……………………………… pada Hari ……………… Tanggal …… (..…………………………..) Bulan …………………. Tahun ……… ( …………………………..………………….. ), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun



PIHAK PERTAMA, ( …………….……………………….. )



PIHAK KEDUA, ( …………….……………………….. )



Saksi-Saksi:

SAKSI PERTAMA, ( …………….……………………….. )



SAKSI KEDUA, ( …………….……………………….. )